1.675 JIWA MENGUNGSI DARI BANJIR BENGAWAN SOLO DI BOJONEGORO

Banjir meluapnya Sungai Bengawan Solo memasuki hari keenam dari Minggu (15/12) hingga Jumat (20/12). Sebanyak 100 desa dari 15 kecamatan terendam banjir. 8.562 KK tergenang banjir dimana 1.675 jiwa mengungsi. Korban meninggal 4 orang yang semuanya anak-anak. Korban meninggal pada hari yang berlainan. Korban terakhir bernama Maharani Putri, 1,5 tahun, asal Desa Semanding, Kec Kota Bojonegoro. Ia tenggelam tak jauh dari rumahnya, Rabu sore (18/12). Diduga anak terpeleset, lalu tercebur ke genangan air 70-100 cm. Saat kejadian ibunya sedang memasak di dapur. Korban sebelumnya Mustain, 3 tahun, warga Desa Payaman, Kec Ngraho; Andika Sanca Putra, 13 tahun, warga Desa Kedungbondo, Kec Balen; dan Riva Mariska, dan 7 tahun, warga Dusun Bungas, Desa Guyangan, Kec Trucuk. Kerugian lain 4.965 ha sawah, 575 ha polowijo, 379 ha pekarangan terendam banjir.

 

Penanganan banjir masih dilakukan beberapa tanggul Bengawan Solo di Desa Kanor dan Desa Kadungrejo masih dilakukan oleh Kementerian PU. Kepala BNPB, Dr. Syamsul Maarif, MSi bersama Direktur Bantuan Darurat, Harmensyah, dan beberapa personil BNPB mengunjungi beberapa lokasi banjir bersama Bupati Bojonegoro. Kepala BNPB menyatakan BNPB akan memberikan pendampingan dan memperkuat Pemda dalam penanganan bencana. Para Bupati di daerah rawan banjir di Bengawan Solo agar siap tempur menghadapi banjir yang kemungkinan atang lebih besar seiring dengan meningkatnya hujan. 


BNPB telah memberikan bantuan dana siap pakai dan logistik peralatan ke Bojonegoro. Bahkan sebelumnya BNPB dan BPBD Bojonegoro telah menggelar gladi Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Wilayah Timur di Bojonegoro untuk antisipasi banjir. Upaya lain adalah dibangunnya shelter evakuasi banjir. 


Info lanjut hubungi Harmensyah (Direktur Bantuan Darurat BNPB) 081212201961, 087792419637.

 

Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts