4 TEWAS HANYUT BANJIR DI BENGAWAN SOLO DAN KALI LAMONG

Banjir di Bengawan Solo dan Kali Lamong di Jawa Timur sejak Sabtu (14/12) hingga kini masih menggenangi beberapa wilayah. Hujan lebat masih berpotensi terjadi di Jawa Timur bagian utara. Hingga Selasa sore (17/12) banjir masih menggenangi beberapa wilayah di sekitar Kali Bengawan Solo seperti Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. Sementara itu meluapnya Kali Lamong menyebabkan  Mojokerto dan Gresik terendam banjir.

 

4.085 rumah terendam banjir luapan Kali Bengawan Solo yang tersebar di 63 desa dari 15 kec dari 3 kab. Di Kab Bojonegoro banjir merendam 40 desa di 7 kecamatan sehingga 1.771 rumah dan 1.727 hektar sawah terendam banjir. Banjir menyebabkan 2 orang meninggal dunia yaitu Mustain (3, L) warga Desa Merbong RT 06/02 Kec Ngerahu dan Andika Sancana Putra (13, L) dari Desa pilang Gede Rt 09/01 Kec Balen. Pengungsi sekitar 3.500 jiwa berada di tanggul sungai dan di balai desa. Daerah yang terparah terdapat di Kec Padangan dengan 823 rumah dan 250 hektar sawah terendam banjir.

 

Di Tuban banjir menyebabkan 2.214 rumah di 13 desa dari 4 kec terendam banjir yaitu di Kec Semanding, Suko, Parengan, dan Singgahan. Jumlah pengungsi masih didata. Tidak ada korban jiwa di Tuban. Sedangkan di Lamongan banjir terjadi di Kec. Babat, Laren, Maduran dan Gelagah. 

 

Banjir juga masih merendam daerah di Mojokerto dan Kab Gresik. Di Gresik 7.957 rumah, ratusan hektar sawah, dan tambak terendam banjir di 42 desa dari 5 kec. 2 orang meningggal dunia akibat hanyut banjir yaitu Kemadi (50, L) dari desa Simoboyo, Kec Benjeng dan Andrean (19, L). 350 jiwa mengungsi.  

 

BPBD bersama TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Makanan siap saji telah didistribusikan.Tim Reaksi Cepat BNPB mendampingi BPBD. Posko didirikan di beberapa tempat. Evakuasi, layanan logistik diberikan kepada korban. Masyarakat dihimbau selalu waspada.


Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts