56 RUMAH RUSAK AKIBAT GEMPA 4,5 SR DI SUKABUMI

Gempabumi berkekuatan 4,5 SR yang terjadi pada Rabu (18-12-2013) pukul 21.14 WIB dengan pusat gempa di darat pada kedalaman 5 Km, berjarak 8 Km baratdaya Kota Sukabumi, Jawa Barat ternyata menimbulkan kerusakan. Berdasarkan pendataan oleh BPBD Sukabumi dilaporkan ada 56 rumah rusak. Dampak gempa merusak di dua tempat yaitu Kampung Giri Jaya, Desa Giri Jaya, Kec. Nagrak dan Kampung Cisepan, Desa Cikembang, Kec. Caringin. Di Kampung Giri Jaya ada 21 rumah rusak yaitu 1 rusak berat, 9 rusak sedang, dan 11 rusak ringan. Sedangkan di Kampung Cisepan ada 35 rumah rusak ringan.
 
Badan Geologi melaporkan bahwa daerah yang terdekat dengan pusat gempa bumi sebagian besar daerah tersebut tersusun oleh endapan gunung api Kuarter, endapan aluvium, dan endapan Tersier. Pada daerah yang disusun oleh endapan aluvium dan endapan gunung api Kuarter menerima goncangan gempa bumi lebih kuat karena batuan ini bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek getaran, sehingga rentan terhadap goncangan gempa bumi. Gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan Sesar Walat yang berarah baratlaut - tenggara. Berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan Gunung Gede, Jawa Barat, goncangan gempabumi terasa dengan intensitas III MMI, tercatat pada seismograf dengan amplituda maksimum 52 mm dan lama gempa bumi 220 detik. Gempa serupa di Sesar Walat pernah terjadi pada 12-7-2000 yang mengakibatkan 35 orang luka–luka dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
 
Gempa bersifat mendadak (quick onset). Hingga kini belum ada sisitem peringatan dini untuk memprediksi gempa. Di Indonesia ada 157 juta jiwa yang tinggal di daerah rawan sedang hingga tinggi dari gempa. Korban terjadi umumnya disebabkan oleh runtuhan bangunan. Bukan gempanya tapi bangunannya. Itulah pentingnya membangun bangunan tahan gempa. Saat gempa segera keluar dari rumah dan mencari tempat yang aman.
 
Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts