600 KK Terdampak Banjir di Kota Bekasi

JAKARTA - Hujan deras yang turun hampir merata di seluruh Jabodetabek sejak Kamis (20/4) hingga Jumat (21/4) telah menyebabkan banjir di beberapa tempat. Berdasarkan data BMKG, curah hujan di Depok tercatat 202 mm per hari dan intensitas hujan di Pasar Minggu 166 mm per hari. Ini termasuk curah hujan ekstrem atau sangat deras. Hal yang sama juga terjadi di hulu Sungai Cikeas di daerah Bogor. Akibat hujan yang deras, disertasi dengan kondisi sungai yang telah terdegradasi dan kerusakan lingkungan telah menyebabkan debit sungai meluap. Tanggul Sungai Cikeas tidak mampu menahan debit sungai sehingga jebol. Patahan tanggul sekitar 10 meter dan rembesan air sepanjang 1 km sehingga debit sungai membanjiri permukiman di Kota Bekasi. Kondisi pompa mati sehingga banjir makin sulit diatasi. Banjir terjadi pada Kamis (21/4) pukul 05.30 Wib. Diperkirakan 600 KK atau 9.000 jiwa terdampak langsung akibat rumahnya terendam banjir antara 30 cm hingga 500 cm. Daerah yang terendam banjir meliputi: · Komplek IKIP - Perum Nasio Indah di Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih. · Perum Mustika Gandaria Setu – Perumahan Lotus Chandra di Kelurahan Jatimurni, Kecematan Pondok Melati. · Perum Pondok Gede Permai di Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih. Hampir setiap tahun, banjir akibat luapan Sungai Cikeas/Sungai Bekasi atau akibat jebolnya tanggul sungai melanda komplek perumahan tersebut. Perlu dibangun tanggul yang kuat yang mampu menahan terjangan debit sungai agar banjir tidak berulang kembali Masyarakat sudah mengungsi di tempat yang aman. Sekitar 500 rumah mengalami kerusakan ringan. Jalan terendam banjir dan rusak ringan. Tidak ada korban jiwa akibat banjir. Tim gabungan dari BNPB, BPBD Kota Bekasi, TNI, Polri, Basarnas dan SKPD terkait melakukan evakuasi masyarakat dengan prioritas pada kelompok rentan. BPBD Kota Bekasi telah mendirikan posko untuk melakukan koordinasi dengan SKPD terkait  untuk melakukan penanganan darurat. Dapur umum lapangan telah didirikan. Dinas PU Kota Bekasi telah mengirimkan air bersih. Dinas Kesehatan juga telah mendirika pos kesehatan.     Saat ini banjir sudah mulai surut meskipun belum keseluruhan. Kebutuhan mendesak adalah nasi bungkus, makanan siap saji, air mineral, peralatan untuk membersihkan lumpur dan lingkungan, dan obat-obatan. Saat banjir masyarakat setempat sebagian besar tetap bertahan di rumahnya, tidak mau dievakuasi sehingga menyulitkan petugas. Berdasarkan data BMKG, curah hujan ektrem di Jabodetabek disebabkan oleh adanya daerah pertemuan dan belokan angin di sekitar Jawa bagian Selatan yang menyebabkan tumbuhnya awan-awan konvektif  dan hujan disertai petir. Curah hujan tahun 2016 cenderung lebih lama dibandingkan dengan normalnya. Diperkirakan curah hujan ektrem masih berpotensi hingga Mei 2016, yang kemudian memasuki masa kering pada Juni 2016 di sebagian besar wilayah barat Indonesia. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada. Diperkirakan 3 hari ke depan hujan lebat berpotensi terjadi di Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Kalteng, Kalbar, Maluku dan Papua. Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts