AKHIRNYA HUJAN TURUN DI RIAU

Setelah hampir 8 hari wilayah Riau dan sekitarnya tidak turun hujan dan indeks ISPU masuk ke status berbahaya serta bandara Sultan Syarif Kasim  II (SSK II) Pekanbaru dinyatakan ditutup. Pada situasi mencekam tersebut pada tanggal 14 Maret turun hujan di beberapa tempat di Riau, setelah Tim TMC BPPT dan TNI AU melaksanakan penyemaian awan di wilayah Riau dan sekitarnya dengan Pesawat Hercules C-130 terbang dari Lanud Halim P Jakarta dengan membawa bahan semai sebanyak 5 ton ke awan-awan di atas bumi Riau. Walaupun hujan belum merata namun membuat asap berkurang dan jarak pandang di Bandara SSK II meningkat. Kondisi ini semakin membaik setelah hujan turun hampir tiap hari di wilayah Riau sampai hari ini. Keputusan merubah strategi penerbangan TMC terbang dari Lanud Halim karena bandara saat itu close dari penerbangan dan adanya peluang cuaca untuk TMC pada hari tersebut sehingga peluang itu harus kita optimalkan.


BPPT melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Provinsi Riau sejak tanggal 5 Maret 2014, sejak awal kegiatan BPPT sudah memprediksi  bahwa kondisi cuaca sejak tanggal 06-13 Maret 2014 peluang pertumbuhan awan di Riau sangat kecil. Pertumbuhan awan diprediksi mulai meningkat sejak tanggal 14 Maret 2014.

Konsep TMC untuk penanggulangan bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan adalah melakukan intervensi pada awan_awan yang sulit berkembang akibat partikel asap dengan cara memberikan bahan semai higroskopis dengan skala Ultra Giant Aerosol ( > 10 mikron). Intervensi tersebut akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pertumbuhan awan hingga menjadi hujan. Atas pertimbangan diatas maka UPT Hujan Buatan BPPT berupaya semaksimal mungkin untuk bisa memanfaatkan peluang pertumbuhan awan yang ada sejak tanggal 14 Maret 2014. 


Mengingat Bandara Sultan Syarif Kasim II pada tanggal 14 Maret tidak beroperasi akibat pekatnya kabut asap maka UPT Hujan Buatan BPPT berinisiatif melakukan penyemaian awan di Riau dengan Posko Halim Perdana Kusuma Jakarta menggunakan pesawat Hercules. Inisiatif UPTHB tersebut mendapat respon yang sangat positif dan dukungan yang maksimal dari pimpinan BNPB dan TNI, maka sejak tanggal 14 Maret dimulailah operasi TMC penanggulangan bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau dengan Posko Halim Perdana Kusuma. Sejak saat itu, hujan pun mulai turun di bumi lancang kuning sedikit demi sedikit dan akhirnya bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau berangsur-angsur berkurang secara signifikan dan jarak padang semakin normal untuk penerbangan maka pada tanggal 17 Maret penerbangan TMC dilakukan kembali dari Riau.. Kedepan, BPPT masih melihat adanya potensi pertumbuhan awan yang cukup baik di Provinsi Riau. Oleh Karena itu, BPPT akan terus memanfaatkan peluang tersebut dengan melakukan penyemaian awan menggunakan pesawat Casa 212-200 milik UPT Hujan Buatan BPPT dan Pesawat Hercules C-130 milik TNI AU dari posko TMC di Lanud Roesmin Nurjadin, sehingga diharapkan dengan adanya operasi TMC ini maka curah hujan semakin tinggi, lahan-lahan gambut semakin terbasahi sehingga mengurangi timbulnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Sumber: Heru Widodo Kepala UPT TMC BPPT


Related posts