AKTIVITAS KORBAN GEMPA ACEH DI BENER MERIAH BERANGSUR NORMAL



ACEH, 10/07: Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang merupakan satu dari dua daerah terdampak gempa berkekuatan 6,2 skala Richter berangsur pulih. Pedagang kaki lima dan pemilik toko mulai melakukan kembali aktivitas mencari nafkah setelah sempat vakum pasca gempa yang terjadi Selasa, 2 Juli 2013, pekan lalu.


Berdasarkan pantauan staf Bidang Humas BNPB pada Rabu pagi hingga siang, pasar yang telah kembali normal antara lain dua yang berada di Kecamatan Timang Gajah. Warga melakukan kegiatan jual beli seperti sediakala, seolah tidak pernah terjadi gempa yang sejauh ini tercatat menelan korban jiwa sebanyak delapan orang dan menyebabkan hingga 19.984 jiwa atau 5.034 keluarga terpaksa mengungsi. Situasi ini positif sebab menunjukkan bahwa warga mulai mencoba melangkah ke depan, perlahan-lahan melupakan trauma maupun kekhawatiran akan peristiwa tersebut.


Hampir semua toko kembali buka. Toko-toko tersebut tampak menjual barang kebutuhan pokok, sandang, dan lainnya. Hanya warung dan rumah makan yang tidak tampak buka, mengingat kabupaten berpenduduk mayoritas Muslim ini tengah bersama-sama menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.


Gempa Aceh tercatat mengguncang dua kabupaten di wilayah tengah provinsi ini, yaitu Bener Meriah dan Aceh Tengah. Di Aceh Tengah, jumlah korban jiwa sebanyak 31 orang dan enam lainnya dinyatakan masih hilang. Total rumah yang rusak akibat gempa yang berlangsung siang hari tersebut di dua kabupaten mencapai 16.019 unit, di mana 6.178 rumah rusak berat, 3.061 rusak sedang, dan 6.780 rusak ringan. Sejumlah fasilitas umum seperti puskesmas, masjid/mushala, sekolah, dan lainnya juga dilaporkan rusak ringan hingga sedang.


Gubernur NAD telah menyatakan masa tanggap darurat selama 3-16 Juli 2013. Selama periode ini, fokus utama pemerintah adalah mencari korban yang selamat dan mengupayakan pelayanan terbaik bagi pengungsi. Setelah tanggap darurat, selanjutnya adalah tahap rekonstruksi dan rehabilitasi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengunjungi Aceh awal pekan ini telah memerintahkan agar masa rehabilitasi dan rekonstruksi dipercepat, khususnya di sektor perumahan. Ini supaya warga korban gempa bisa secepatnya pulih dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari sedapat mungkin seperti sediakala.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif yang berkantor beberapa hari di Aceh telah menugaskan para pejabat terkait di BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu pemerintah setempat dalam proses pemulihan pasca bencana. Pejabat dan staf BNPB saat ini masih bahu-membahu dengan pihak terkait baik dari pemerintah, dunia usaha, LSM, maupun wartawan untuk membantu korban g

Related posts