APLIKASI InAWARE TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN

Jakarta – Peringatan dini sebagai bagian dari kesiapsiagaan menjadi modal sangat berharga untuk penanggulangan bencana. Sehubungan dengan hal ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan Pacific Disaster Center (PDC) dan United Stated Agency for International Development (USAID) membangun proyek InAWARE. Proyek ini mencakup pembuatan aplikasi yang komprehensif mengenai peringatan dini manajemen bencana serta dukungan peningkatan kapasitas pelaku penanggulangan bencana di Indonesia, khususnya BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sementara itu, InAWARE sendiri merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk meningkatkan sistem peringatan dini, baik di tingkat pusat dan daerah. Di samping itu, aplikasi ini membantu untuk mengakses kejadian bencana yang terjadi dalam skala internasional, regional, dan nasional secara otomatis serta berbagi informasi antara semua pelaku penanggulangan bencana dan menyebarluaskan peringatan kepada masyarakat yang berisiko.
Tujuan proyek InAWARE ini antara lain aplikasi InAWARE, pengintegrasian InAWARE dalam penanggulangan bencana Indonesia, peningkatan kapasitas operasional aplikasi InAWARE, peningkatan kapasitas pelaku di tingkat pusat dan daerah, dan sharing informasi dengan AHA Center.
 
Proyek yang telah dikembangkan oleh BNPB, PDC dan USAID sejak tiga tahun ini melibatkan kementerian/lembaga, BPBD di beberapa provinsi, dan AHA Center. InAWARE ini melibatkan kementerian/lembaga, BNPB, BPBD, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan AHA Center.
“Data dari aplikasi ini dapat berguna untuk keperluan pada tahap pra, saat, dan pasca bencana”, jelas Sekretaris Utama BNPB, Fatchul Hadi. Beliau juga menambahkan bahwa seluruh data dari kementerian/lembaga diharapkan untuk dapat dihimpun oleh BNPB dan dapat dilakukan verifikasi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan bahwa aplikasi ini nantinya dapat memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan dan manajemen penanggulangan bencana di tingkat pusat dan daerah. “Pengalaman dari BNPB pada saat penanggulangan bencana memerlukan data dan informasi yang sangat cepat dan akurat untuk pengambilan keputusan”, tambah Sutopo Purwo Nugroho.
Sekretaris Utama BNPB, Fatchul Hadi, membuka lokakarya InAWARE ini di hadapan perwakilan kementerian/lembaga dan stakeholder terkait di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (24/7). Hadir dalam lokakarya ini kementerian/lembaga, perwakilan lembaga-lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan donor. (TY)

Related posts