ARDEX 2016 Berakhir, Indonesia Tuan Rumah pada 2018

BERAKAS – ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (ARDEX) 2016 berakhir dengan beberapa rekomendasi terkait dengan latihan maupun prosedur tanggap darurat di tingkat regional. Berdasarkan urutan alphabet, Indonesia akan menjadi tuan rumah ARDEX pada kegiatan yang dilakukan setiap dua tahun ini.

Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Medi Herlianto menyampaikan sambutan kehormatan sebagai tuan rumah berikutnya pada 2018.

“Kami berharap penyelenggaraan ARDEX 2018 akan bermanfaat bagi ASEAN dan setiap negara anggota. Terpenting, ini akan meningkatkan kerjasama regional dan koordinasi dalam tanggap darurat, dan memfasilitasi pemahaman bersama. Kami juga berharap pencapaian hingga ARDEX kelima ini terus sebagai ajang latihan dan upaya ini dapat berlanjut ke depan untuk membangun dan memperkuat solidaritas dalam tanggap darurat dan bencana.”

Sebelumnya, Indonesia pernah ditunjuk sebagai tuan rumah ARDEX pada 2010 lalu. Namun ARDEX dibatalkan karena tiga bencana besar menerjang beberapa tempat di tanah air, seperti erupsi gunung Merapi (Yogyakarta), banjir bandang Wasior (Papua Barat), dan tsunami Mentawai (Sumatera Barat). Saat itu ARDEX telah dipersiapkan BNPB untuk diselenggarakan di Cilegon, Banten.

Latihan yang berlangsung tiga hari ini ditutup oleh Deputy Permanent Secretary Kementerian Dalam Negeri Brunei Awang Haji Idris bin Haji Md Ali pada Kamis (1/12) di International Convention Centre, Berakas, Brunei Darussalam.

“Latihan ini merupakan latihan pertama kali dimana organisasi penanggulangan daerah di tingkat lokal terlibat dalam latihan yang diikuti oleh mitra regional dan internasional.”

Di samping itu, latihan ini memberikan kesempatan untuk menguji interoperability di tingkat regional dan internasional. ARDEX menguji dan mengevaluasi mekanisme tanggap darurat dan penanggulangan bencana, khususnya dalam operasi bersama. ARDEX didesain untuk mempersiapkan negara-negara ASEAN untuk mendukung negara terdampak di kawasan ASEAN ketika bencana berskala besar terjadi.

Direktur Eksekutif AHA Centre Said Faisal mengatakan bahwa latihan ini mempraktekkan kesepakatan di kawasan regional yang bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan memastikan kolektif respon, khususnya pada saat tanggap darurat.

“ARDEX 2016 ini merupakan latihan pertama untuk implementasi One ASEAN One Response.”

ARDEX sebelumnya diselenggrakan di Malaysia, Kamboja, Singapura, dan Vietnam. BNPB mengirimkan perwakilan pejabat dan staf yang terlibat aktif dalam rangkaian ARDEX 2016, seperti kegiatan tabletop exercise (TTX) maupun simulasi. Delegasi BNPB terbagi ke dalam peran sebagai referee, observer maupun player. (PHI)

Related posts