AWAS, ANCAMAN BENCANA ASAP HINGGA OKTOBER 2013

Masalah penanganan bencana di Indonesia dibahas dalam rapat koordinasi tingkat menteri yang dipimpin Menkokesra pada Selasa (22/7) di kantor Menkokesra. Hadir beberapa menteri dan pejabat dari BNPB, Kemenkes, Kemen PU, Kemensos, TNI, Polri, Basarnas dan lainnya. Berbagai bencana sejak Juni-Juli 2013 banyak terjadi yang menyebabkan korban jiwa dan harta benda.
Meningkatnya hotspot di Riau menjadi salah satu bahasan yang harus segera diatasi. Mengingat dampak asap telah berpengaruh pada penurunan kualitas udara. Jika pada 22/7 terdapat 175 hotspot di Riau. Pada Selasa (23/7) 165 titik yaitu di Rohil 41, Bengkalis 28, Siak 21, Pelalawan 20, Rohul 19, Inhul 19, Dumai 9, Kampar 4, Inhil 4, Kuansing 1. Angin dominan ke arah utara dan timur laut sehingga asap tersebar di Riau hingga sebagian Selat Malaka dan Malaysia. Sebagian wilayah di pantai barat Malaysia mengalami penurunan kualitas udara. Untuk di Singapura kualitas udara masih sehat.
Penanggulangan bencana asap di Riau terus dilakukan. Untuk hujan buatan disiapkan 1 pesawat Hercules dan 4 pesawat Casa. 3 helicopter Bolco dan 1 pesawat Sikorsky untuk water bombing terus beroperasi setiap harinya. Pada 25 Juli akan dilakukan rakor kesiapsiagaan bencana asap di Palembang untuk wilayah Sumatera, dan 30 Juli di Palangkaraya untuk wilayah Kalimantan. Ancaman bencana asap puncaknya terjadi selama Agustus-Oktober.
BMKG menyampaikan siklon tropis di utara khatulistiwa masih mengancam hingga September 2013. Puncaknya pada Agustus 2013 yang paling banyak terjadi siklon tropis. Siklon tropis adalah fenomena atmosfer berperan membentuk pola cuaca sekitarnya. Adanya siklon tropis tersebut akan menarik semua massa udara dan asap sehingga dapat melintasi Singapura dan Malaysia seperti kejadian pada Juni 2013.
Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts