Mulailah mengetik pada pencarian di atas dan tekan tombol kaca pembesar untuk mencari.

BNPB Perkuat Sistem Diseminasi Informasi dan Peringatan Dini Tsunami Maluku Tengah

Dilihat 598 kali
BNPB Perkuat Sistem Diseminasi Informasi dan Peringatan Dini Tsunami Maluku Tengah

Foto : Kegiatan penyusunan analisis penguatan sistem diseminasi informasi dan peringatan dini tsunami di Kabupaten Maluku Tengah. (Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB/Tasril Mulyadi)



MASOHI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Peringatan Dini kembali mengadakan kegiatan penyusunan analisis penguatan sistem diseminasi informasi dan peringatan dini tsunami. Kali ini daerah yang disambangi adalah Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (7/11).

Deputi Bidang Pencegahan BNPB yang diwakili oleh Analis Bencana Ahli Muda BNPB Aminingrum menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk menjadi dasar penentuan lokasi pemasangan instrumen peringatan dini tsunami.

"Penentuan lokasi berdasarkan hasil kajian kebermanfaatan, ketersediaan lahan dan keamanan alat," jelas Aminingrum di Kantor Kelurahan Lesane, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (7/11).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Maluku Tengah Abdul Latif Key, S.Sos mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dalam hal ini BNPB yang telah memilih Kabupaten Maluku Tengah sebagai lokasi prioritas pelaksanaan kegiatan IDRIP.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pemerintah khususnya BNPB kepada Maluku Tengah melalui pemasangan instrumen peringatan dini tsunami yang dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana," ujar Latif.

Terdapat enam lokasi yang akan disurvei lebih lanjut untuk penentuan lokasi pemasangan tower sirine, antara lain Kelurahan Lesane, Kelurahan Ampera, Kelurahan Namaelo, Desa Haya, Desa Tulehu dan Desa Pulau Hatta.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara BNPB dan BMKG dengan pendanaan Bank Dunia melalui program _Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project_ (IDRIP) Tahun 2023.

Kabupaten Maluku Tengah merupakan salah satu wilayah di Provinsi Maluku yang dipilih pada program ini. Adapun Program IDRIP hadir di 17 Provinsi, 30 Kabupaten/Kota dan 180 Desa/Kelurahan yang rawan terhadap potensi tsunami sebagai upaya peningkatan kapasitas pemerintah pusat/daerah dan ketangguhan masyarakat di daerah rawan tsunami.


Abdul Muhari, Ph.D. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB 


Penulis

Admin


BAGIKAN