Mulailah mengetik pada pencarian di atas dan tekan tombol kaca pembesar untuk mencari.

Ikatan Pelatih Klub Jantung Sehat Ikuti Pelatihan Penanggulangan Bencana

Dilihat 509 kali
Ikatan Pelatih Klub Jantung Sehat Ikuti Pelatihan Penanggulangan Bencana

Foto : Sebanyak 35 orang peserta Ikatan Pelatih Klub Jantung Sehat (IPKJS) Jakarta Selatan mengikuti pelatihan penanggulangan bencana di Unit Training Center (UTC) Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) BNPB pada Jumat (16/2). (Pusdiklat BNPB)

JAKARTA - Ikatan Pelatih Klub Jantung Sehat (IPKJS) Jakarta Selatan mengikuti pelatihan penanggulangan bencana di Unit Training Center (UTC) Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) BNPB pada Jumat (16/2).

Sebanyak 35 orang peserta mengawali rangkaian kegiatan edukasi kebencanaan dengan senam bersama di halaman UTC Pusdiklat, Bogor. Selepas senam, peserta mendapatkan materi penanggulangan bencana dari Widyaiswara BNPB, dr. Bagus Tjahjono, M.P.H. 

Lima materi penanggulangan bencana yang disampaikan pada sesi pelatihan ini antara lain mitigasi, kesiapsiagaan bencana, keadaan darurat bencana, penyelamatan dan evakuasi, serta pemulihan bencana. 

Pada materi mitigasi bencana, peserta dikenalkan dengan aplikasi InaRISK yang menyajikan informasi potensi ancaman bencana di seluruh Indonesia. Kemampuan masyarakat untuk mengenali ancaman bencana di sekitarnya akan meningkatkan kesiapsiagaan bencana.

Pemahaman terkait 3S (safety, style, smile) menjadi materi dalam sesi penyelamatan dan evakuasi. Safety berarti keselamatan penolong menjadi prinsip utama, diikuti oleh style atau performa upaya evakuasi, dan smile yaitu untuk selalu tersenyum ketika menolong korban bencana. Adapun prioritas evakuasi pada korban dalam situasi bencana adalah korban luka parah (gawat darurat) dan kelompok rentan. 

Selain pemberian materi kebencanaan, pada kesempatan ini peserta pelatihan diajak untuk melihat peralatan penanggulangan bencana yang dimiliki oleh Pusdiklat BNPB.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelatihan bencana dalam meningkatkan respon masyarakat terhadap bencana. Respon seseorang terhadap bencana ditentukan dari seberapa sering pelatihan bencana dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan adanya pelatihan mendahului bencana untuk menciptakan masyarakat tangguh bencana.



Abdul Muhari, Ph.D. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB 

Penulis

Admin


BAGIKAN