Mulailah mengetik pada pencarian di atas dan tekan tombol kaca pembesar untuk mencari.

Kebakaran 10 Hektare Lahan di Sulsel Berhasil Dipadamkan

Dilihat 619 kali
Kebakaran 10 Hektare Lahan di Sulsel Berhasil Dipadamkan

Foto : Pemadaman Karhutla oleh Petugas BPBD Kab Bone, Sulsel (BPBD Kab Bone, Sulsel)

JAKARTA- Telah terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada Rabu, (8/11/2023) Pkl. 14:30 WITA. Luas area terbakar mencapai sekitar 12 Ha. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Laporan dari Pusdalops BPBD Kab Bone, Sulsel tidak ada korban jiwa.

Sementara itu, informasi dari Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kab Bone Sutardi Hadisaputra mengatakan, upaya penanganan kebakaran BPBD Kab. Bone berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan pemadaman. Kondisi terkini api telah berhasil dipadamkan. "Terkait fenomena El Nino ini dihimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar kiranya tidak melakukan pembakaran lahan untuk alih fungsi lahan. Karena dalam cuaca yang ekstrim ini resisten terjadi kebakaran lahan dan hutan, dan tidak menutup kemungkinan akan berdampak ke rumah-rumah warga apabila nyala api sudah tidak dapat terbendungi, ditambah angin meniup kencang sehingga terjadilah sesuatu yang tidak diharapkan yaitu kebakaran rumah warga, ucap Sutardi.

Berdasarkan Sipongi Kartula Monitoring Sistem, luas Kebakaran Hutan dan Lahan (Ha) tahun 2023 di Provinsi Sulsel sebanyak 5.424,85, sedangkan melalui satelit Terra/Aqua Kabupaten Bone memiliki 2 titik panas dengan level medium, sedangkan Informasi dari laman website Badan Meterologi dan Klimatoogi (BMKG) untuk prakiraan cuaca pada (10/11) kondisi cuaca cerah berawan, sedangkan pada (11/11) kondisi cuaca dominan berawan.

Mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, BNPB mendorong untuk pengembangan pengetahuan, pemahaman dan kapasitas pengelolaan hutan dan lahan, potensi ekonomi lokal dan pengolahan hasil produksi hutan dan lahan menjadi bernilai tambah. Selain itu, pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten dan kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan pencegahan menghadapi karhutla, seperti penetapan status siaga darurat. Pencegahan dapat dilakukan, seperti pemadaman titik api sedini mungkin melalui satuan tugas darat maupun udara.

Abdul Muhari, Ph.D.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Penulis

Admin


BAGIKAN