Mulailah mengetik pada pencarian di atas dan tekan tombol kaca pembesar untuk mencari.

Kepala BNPB Tinjau Progres Pembangunan Rumah Rhodas di Kota Bogor

Dilihat 1555 kali
Kepala BNPB Tinjau Progres Pembangunan Rumah Rhodas di Kota Bogor

Foto : Kepala BNPB Letjen TNi Suharyanto (kemeja putih rompi) bersama Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah (kanan) meninjau Rumah Rhodas di Desa Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/2). Sebanyak 38 rumah tipe 36 yang dibangun di atas lahan seluas 7.000 meter persegi ini nantinya akan diperuntukan bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Kota Bogor yang terjadi pada Maret 2023 lalu. (Bidang Komunikasi Kebencanaan/Danung Arifin)

KOTA BOGOR - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., bersama Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah meninjau proses pembangunan Rumah Tahan Gempabumi (Rhodas) yang berlokasi di Desa Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/2).

Rumah yang dibangun di atas lahan seluas 7.000 meter persegi ini nantinya diperuntukan bagi warga terdampak bencana tanah longsor Kota Bogor yang terjadi pada bulan Maret 2023. Sebanyak 38 unit rumah ini dibangun menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) Tahun 2024 senilai 4,3 miliar rupiah.

Pada peninjauan tersebut, Kepala BNPB melihat bagian dalam rumah yang pengerjaannya sudah mencapai 50 persen. Kepala BNPB memastikan pembangunannya dapat diselesaikan pada bulan April mendatang.

“Target bulan April selesai,” kata Suharyanto.

Sementara itu, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jarwansyah mengatakan bahwa Rumah Rodhas ini dipastikan tahan gempa, termasuk lokasinya pun berada di daerah yang tingkat kerawanan bencananya rendah.

Adapun tahap pembangunannya telah melalui hasil kajian dan koordinasi yang intensif antara BNPB, Kementerian PUPR dan lintas instansi yang terlibat. Sehingga diharapkan masyarakat dapat memiliki rumah sesuai spesifikasi yang baik sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman.

“Rumah ini dibangun atas rekomendasi Kementerian PUPR. Diharapkan nantinya akan muncul keyakinan bagi kita dan khususnya masyarakat dapat merasa aman dan nyaman,” jelas Jarwansyah.

Lebih lanjut, Jarwansyah menjelaskan bahwa rumah bertipe 36 ini nantinya akan memiliki dua kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, sistem drainase yang baik dan taman. 

“Rumah ini bertipe 36 dan akan memiliki dua kamar tidur, kamar mandi termasuk ruang tamu dan lainnya,” pungkas Jarwansyah.



Abdul Muhari, Ph.D. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Penulis

Admin


BAGIKAN