BNPB dan Pemda Karo Bahas Percepatan Penanganan Relokasi Siosar

JAKARTA –  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karo membahas percepatan penanganan relokasi Siosar di Graha BNPB pada Senin (11/1). Percepatan penanganan tersebut menyangkut pembangunan infrastruktur dan penyediaan lahan. Di samping itu, Pemda Karo mengharapkan perpanjangan masa kerja TPN untuk mendampingi warga Siosar yang telah direlokasi pascabencana erupsi Gunung Sinabung yang telah tinggal di Siosar.
 
Tantangan utama saat ini mengenai ketersediaan lahan untuk bercocok tanam. Kementerian Lingkungan Hidup  dan Kehutanan memberikan lahan seluas 416 hektar, tetapi hanya 350 hektar hutan yang dapat ditebang saja untuk lahan. Faktor utama hutan yang ditebang tersebut terkait dengan antisipasi musim angin kencang yang mungkin terjadi pada bulan Juni-Juli. Ini menyebabkan luasan hutan di sepanjang jalan tidak ditebang oleh pemerintah setempat karena sebagai zona penahan angin.
 
“Pemerintah daerah dan semua jajaran yang bekerja dalam penanganan pengungsi dampak erupsi Gunung Sinabung mengharapkan adanya perhatian khusus dari BNPB,” kata Bupati Karo Terkelin Brahmana yang hadir bersama tujuh perwakilan Pemda Karo di Graha BNPB. Hal tersebut mengacu pada percepatan proses pengerjaan terutama di bidang infrastruktur dan lahan pertanian di Siosar.
 
Menanggapi hal ini, Kepala BNPB Willem Rampangilei akan memberikan perhatian khusus untuk penanganan relokasi pengungsi dampak erupsi Gunung Sinabung. Willem menegaskan sasaran utama bersama adalah masyarakat segera menempati rumah yang telah disediakan oleh pemerintah dengan batas waktu tidak boleh melewati bulan Juni. Terkait dukungan lebih besar, BNPB akan menyetujui dana siap pakai (DSP) tahun ini untuk penanganan erupsi Gunung Sinabung apabila Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo menyelesaikan pertanggungjawaban administrasi DSP tahun 2015.
 
Sementara itu terkait dengan relokasi tahap kedua, Terkelin mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Karo sudah melakukan sosialisasi program relokasi kepada masyarakat. “Namun, pada tahap selanjutnya, kami masih membutuhkan bantuan  dari TPN dimana nantinya kami akan membentuk tim baru yang dinamakan Tim Sosialisasi yang melibatkan tokoh masyarakat itu sendiri untuk membantu TPN dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat Siosar lainnya”, kata Terkelin.

Related posts