BNPB Latihkan ICS Kepada Para Pelaku di Tingkat Daerah

SENTUL – Incident Command System (ICS) merupakan manajemen yang diterapkan pada tingkat taktis operasional. Hal tersebut disampaikan Kepala Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Wisnu Widjaja dalam pelatihan ICS terhadap para pelaku daerah pada Selasa (2/5) di InaDRTG, Sentul, Jawa Barat. Pemahaman konsep ICS sangat diperlukan oleh mereka untuk memperkuat sistem komando penanganan darurat bencana.

 

“Proses adaptasi ICS ke dalam sistem penanganan darurat bencana yang kita miliki harus melibatkan pihak daerah,” kata Wisnu saat menyampaikan arahan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada pembukaan acara.

 

Sementara itu pada sesi penyampaian materi, Wisnu menjelaskan bahwa komando merujuk pada upaya koordinasi, integrasi dan sinkronisasi seluruh unsur dalam organisasi komando tanggap darurat untuk penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan pengurusan pengungsi, penyelamatan serta pemulihan sarana dan prasarana dengan segera pascabencana.

 

BNPB sangat optimis bahwa Indonesia dapat mengadaptasi konsep ICS dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Wisnu mencontohkan penggunaan konsep tersebut pada latihan gabungan dalam Mentawan Megathrust Disaster Relief Exercise di Sumatera Barat pada 2014 lalu. Tidak hanya konsep ICS pada tataran taktis operasional, tetapi juga penerapan dalam konteks area command dan multi-agencies coordination.

 

“Wisnu menegaskan bahwa konsep ICS perlu diberikan kepada pelaku tanggap darurat bencana di tingkat daerah karena pada dasarnya, mereka pemegang fungsi komando dan kendali utama apabila terjadi bencana atau insiden. Para pelaku tersebut merupakan individu yang dapat ditunjuk oleh pejabat berwenang di tingkat daerah.

 

Sehubungan dengan ICS, “Indonesia merupakan salah satu negara di antara 7 negara di kawasan ASEAN yang mempelajari ICS. Sementara itu, Thailand dan Filipina telah mengoperasionalkan adaptasi ICS dalam sistem penanggulangan bencana,” tambah Wisnu di hadapan peserta.

 

Pengetahuan dan pemahaman ICS diberikan kepada para peserta dari kementerian/lembaga, TNI, Polri dan pemerintah daerah. BNPB bekerjasama dengan United States Forest Service (USFS) dan USAID memberikan pelatihan ICS kepada 28 peserta dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BNPB, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi.

 

ICS merupakan konsep manajemen yang dikembangkan oleh Amerika Serikat yang berawal dari penanganan insiden kebakaran hutan yang cukup besar di California pada tahun 1970an. ICS ini  memiliki 5 fungsi utama untuk operasi penanganan darurat bencana. Kelima fungsi tersebut antara lain komando, operasi, perencanaan, logistik serta keuangan dan administrasi.

 

Kelima fungsi tadi diterapkan untuk menjawab berbagai permasalahan yang sering timbul dalam penanganan bencana jenis apapun, seperti satu supervisor bertanggung jawab untuk mengelola begitu banyak bawahan atau sumberdaya, struktur organisasi penanganan darurat bencana yang digunakan oleh berbagai pihak berbeda-beda, lambatnya ketersediaan informasi yang akurat, sistem komunikasi yang kurang memadai dan tidak compatible satu dengan yang lain, dan tidak adanya proses perencanaan yang terkoordinasi secara terstruktur di antara para pelaku tanggap darurat.

 

Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas

Related posts