BNPB Sosialisasikan Budaya Sadar Bencana di Gresik

GRESIK- Dalam rangka meningkatkan budaya sadar bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik mengadakan Pertunjukan Wayang Kulit dengan dalang Ki Didik Sasmito Aji dan lakon "Wahyu Tunggul Nogo" di Lapangan Desa Bulurejo, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (14/9)

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Humas BNPB Rita Rosita mengatakan, BNPB mengharapkan masyarakat untuk memperoleh pengetahuan tentang kebencanaan dan menyadari potensi bahaya di wilayah sekitar. "Acara ini bukan semata-mata sebagai ajang hiburan bagi masyarakat tetapi sebagai media edukasi bencana yang menjadi salah satu upaya dalam pengurangan risiko bencana", ujarnya.

Dipilihnya Gresik sebagai lokasi sosialisasi budaya sadar bencana ini dikarenakan kabupaten Gresik rawan dilanda bencana alam seperti banjir, kekeringan, cuaca ekstrim dan gelombang pasang. Hingga September 2019, data BNPB telah terjadi 2.572 kejadian bencana di Gresik.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto yang turut hadir menyampaikan, "acara ini merupakan perhatian dari pemerintah pusat melalui BNPB kepada masyarakat Gresik".

"Kami juga mengharapkan bantuan dari pusat untuk mengatasi banjir yang hampir setiap tahun terjadi akibat meluapnya Sungai Lamong yang mengaliri sebagian daerah di Gresik". Lanjut Sambari.

Sebelum mengawali pertunjukkan, Bupati Gresik dan Kepala Bidang Humas BNPB menyerahkan salah satu tokoh wayang kepada Sang Dalang, sebagai tanda dimulainya pertunjukan. Selain pertunjukan wayang, ada juga acara hiburan campur sari dan tarian tradisional serta sumbangan anak yatim.

Dengan digelarnya pertunjukan wayang kulit ini masyarakat diharapkan dapat sadar dan tanggap akan bencana yang sewaktu-waktu bisa melanda. Bahkan sadar bencana ini diharapkan tidak hanya sebatas tahu saja melainkan diharapkan bisa membudaya, sehingga dalam waktu dan kondisi bencana apapun mereka dapat siap dan tanggap menyelamatkan diri sendiri dan orang sekitarnya.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Gresik, Kalak BPBD Provinsi Jatim, Kalak BPBD Gresik, SKPD se-kabupaten Gresik, Forkopimda Gresik dan para relawan penanggulangan bencana.

BPBD Kabupaten Gresik juga turut membuka stand yang berisikan peralatan penanggulangan bencana seperti perahu, mobil tangki air, mobil serbaguna dan juga peralatan lainnya.

 

HUMAS BNPB

Related posts