Dampak Banjir Bima Diperkirakan Lebih dari 1 Trilyun Rupiah

Jakarta – Penanganan dampak banjir di Kota Bima masih terus dilakukan. Masa tanggap darurat diberlakukan hingga 5/1/2017. Banjir sudah surut, saat ini hanya menyisakan genangan  dan lumpur dibeberapa tempat. Sebanyak 105.753 jiwa masyarakat Kota Bima terdampak langsung dari banjir. Banjir merendam 33 desa di 5 kecamatan di Kota Bima yang meliputi Kecamatan Rasanae Timur, Mpuda, Raba, Rasanae Barat dan Asakota. Saat ini masih ada 8.941 jiwa pengungsi yang tersebar di 30 titik. Hampir semua sector kehidupan terdampak dari banjir. Diperkirakan kerugian dan kerusakan mencapai lebih dari 1 Trilyun rupiah. 

Berdasarkan perhitungan data sementara kerugian dan kerusakan akibat banjir sebesar Rp. 984.4 Milyar. Jumlah ini adalah estimasi kasar yang nantinya akan dihitung lebih detail dengan menggunakan pendekatan jitupasna (pengkajian kebutuhan pascabencana) dan sekaligus dihitung besarnya kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekontruksi.   Data sementara kerugian dan kerusakan akibat banjir Kota Bima meliputi:
1.      
Kerusakan fasilitas kesehatan yaitu: Puskesmas sebanyak 5 rusak berat, Pustu 29 rusak berat, polindes 29 rusak berat, 1 Labkesda rusak berat dengan nilai kerugian sebesar Rp. 64.4 Milyar.
2.       Kerusakan lahan pertanian sebanyak 2.247 Ha lahan sawah rusak dengan taksiran mencapai Rp. 5.81 Milyar.
3.      
Kerusakan fasilitas pendidikan meliputi: 18 SD rusak sedang, 5 SMP rusak sedang, 4 SMA/SMK rusak sedang dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp. 9.2 Milyar

4.      
Kerusakan infrastruktur: 9 jembatan rusak, jalan dalam kota 40 Km rusak, prasarana air minum rusak, sarana kebersihan, 5 dam rusak berat dan 1 dam rusak sedang. Kerugian diperkirakan mencapai Rp. 259 Milyar.

5.      
Tempat usaha atau Kios. Kec. Mpunda 5 rusak berat, Kec. Raba 44 rusak berat, 39 rusak sedang. Kec. Rasanae Barat 21 rusak berat, Kec. Asakota 7 rusak berat. Perkiraan kerugian mencapai Rp. 420 juta

6.      
Rumah. Kec. Mpunda, 18 hanyut. Kec. Raba 24 hanyut, 20 rusak berat, 39 rusak sedang. Kec. Rasanae Barat 30 hanyut, 10 rusak sedang. Kec. Asakota, 19 hanyut. Perkiraan kerugian Rp. 30.1 Milyar.

7.      
Kantor: 30 rusak berat dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp. 30.1 Milyar.
  Pemerintah daerah Kota Bima memperkirakan kerugian dari harta benda penduduk mencapai Rp. 607.93 Milyar sehingga total kerugian ditaksir sebesar Rp. 984,40 Milyar.

Hingga saat ini pendataan masih terus dilakukan, mengingat belum semua kerusakan tercatat. Diperkirakan dampak ekonomi akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya data kerusakan. Kepala BNPB, Willem Rampangilei memimpin langsung koordinasi potensi nasional dalam penanganan banjir Kota Bima. Sesuai fungsinya saat darurat bencana, BNPB sebagai komando yang mengkoordinir TNI, Polri, Kementerian Sosial, Kemen PU & Pera, Kementerian Kesehatan dan Basarnas untuk memperkuat Pemda Kota Bima. “Distrbusi bantuan dan pembersihan harus dioptimalkan. Sejumlah truk akan didatangkan dari Pemerintah Provinsi untuk membantu distribusi bantuan dan kegiatan pembersihan. Personil TNI dan Polri bersama relawan akan ditempatkan per sector wilayah terdampak”, ucap Willem. Kepala BNPB telah meminta Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk menghitung kerugian, kerusakan dan kebutuhan pasca bencana bersama Pemda Kota Bima. Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi harus disusun rencana aksi lintas sector. Misalnya untuk rehabilitasi sekolah akan disampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk rehabilitasi jembatan dan jalan akan disampaikan ke Kementerian PU & Pera. Antisipasi dan PRB potensi bencana NTB masa mendatang, beberapa hal mendesak yang perlu dilakukan adalah normalisasi sungai, penataan drainase dan penertiban penataan ruang.  

Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB



Related posts