DAMPAK BENCANA TERHADAP EKONOMI INDONESIA (Bagian 1)

Bencana hampir selalu berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Bukan hanya korban jiwa tetapi juga kerusakan dan kerugian ekonomi yang akhirnya memerosotkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat. Selama tahun 2014 ini saja, bencana menyebabkan 251 jiwa tewas, 1.523 jiwa luka-luka dan lebih dari 1,6 juta jiwa menderita dan mengungsi. Dampak ekonominya puluhan trilyun rupiah. 

Selama Januari 2014, bencana telah menyebabkan inflasi 1,07%. Inflasi ini lebih besar daripada Januari 2013 yakni 1,03%. Saat ini nilai kerugian dan kerusakan akibat bencana selama tahun 2014 masih dilakukan perhitungan. Berdasarkan beberapa perkiraan dan kajian dampak ekonomi bencana selama 1 Januari 2014 hingga akhir Februari 2014 adalah: 


1) Kerugian akibat bencana asap dari pembakaran lahan dan hutan di Riau secara ekonomi sebesar Rp 10 triliun lebih. Kerugian sebesar tersebut muncul antara lain akibat menurunnya produktivitas usaha, mobilisasi barang dan orang melalui transportasi darat, udara dan laut tertunda dan terganggu akibat kabut asap itu. 

2) Kerusakan dan kerugian erupsi G. Sinabung Rp 1 trilyun. 

3) Kerugian dan kerusakan banjir Jakarta Rp 5 trilyun. 

4) Kerusakan banjir dan longsor di 16 kab/kota di Jawa Tengah Rp 2,01 trilyun. 

5) Kerugian dan kerusakan banjir bandang di Sulut Rp 1,74 trilyun.

6) Kerugian dan kerusakan banjir di Pantura Jawa (dari Banten-Jabar-Jateng dan Jatim) Rp 6 trilyun. 

7) Kerugian dan kerusakan erupsi G. Kelud Rp 1 trilyun. Itu adalah dampak bencana-bencana besar. Belum bencana skala kecil yang pasti menimbulkan kerugian dan kerusakan. Selama tahun 2014 ada 386 kejadian bencana. Kerugian dan kerusakan tersebut belum dihitung dari dampak biofisik, sosial, kesehatan, dan politis. Sebagai gambaran adalah dampak bencana asap akibat pembakaran lahan dan hutan yang marak saat ini. Dampak biofisik berkaitan dengan pelepasan asap, emisi CO2, NOx, dan CH4 berdampak pada pemanasan bumi. ...bersambung.

Related posts