Delapan MoU untuk Menyelamatkan Jiwa Lebih Banyak

SENTUL - BNPB selama perjalanannya dari tahun 2008 telah melakukan MoU kurang lebih 74 penandatanganan nota kesepahaman dengan K/L dalam dan luar negeri. Hari ini melakukan 8 (delapan) Penandatanganan Nota Kesepahaman di bidang penanggulangan bencana dan penyerahan lisensi LSP-PB di INA DRTG,Sentul,Bogor,Jawa Barat (22/12). Tri Budiarto selaku Pelaksana tugas Sekretaris Utama yang juga menjabat sebagai Deputi Penanganan Darurat mengatakan penanganan bencana di Indonesia membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. "Kita berperan untuk meringankan beban masyarakat, dan mengurangi ancaman bencananya. Selain itu, penanganan bencana juga harus lebih terukur dan harus ditangani oleh sang ahli" ucapnya. Menurut Kepala BNPB Indonesia sebagai negara rawan bencana, tercatat pada tahun 2015 ada 1.582 kejadian bencana,240 orang meninggal dunia, 1,8 jt jiwa mengungsi, 24.365 unit rumah rusak dan ratusan fasilitas umum rusak."Terhitung sejak saya dilantik 7 September lalu, ada empat gempa bumi yang berdampak kerusakan dalam kurun waktu tiga bulan ini" ungkap Willem Rampangilei. Masih menurut Kepala BNPB, berdasarkan perhitungan World Bank. Indonesia mengalami kerugian mencapai 221 triliun rupiah akibat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di tahun ini. "Maka dari itu,BNPB melihat MoU ini penting dalam penyelamatan jiwa manusia. Indikasi keberhasilannya adalah turunnya angka indeks rawan bencana" kata Willem. MoU yang dilakukan hari ini,antara lain : (1)Universitas Islam Indonesia Yogyakarta,(2) PT Bank BNI, (3)PT Pos Indonesia,(4) Ikatan Apoteker Indonesia, (5)Keluarga Besar Putra Putri Polri , (6) Relawan Rajawali Indonesia, (7) Yayasan Dompet Dhuafa Republika, (8) TNI. Penandatanganan nota kesepahaman ini meliputi pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana. (acu)

Related posts