EMPAT BATALION DARI TNI DAN POLRI SIAGA HADAPI ANCAMAN KARLAHUT RIAU

Pekanbaru – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif mengatakan bahwa empat batalion disiagakan untuk mendukung pemerintah daerah setempat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). “Akhir April saya akan membawa 4 batalion untuk membantu setiap kabupaten untuk bersiaga dan biaya dari BNPB”, demikian ungkap Syamsul Maarif yang juga Komandan Satgas Ops Terpadu pada Rapat Koordinasi Gubernur Dengan Camat Se-Provinsi Riau di Pekanbaru, Rabu (2/4).  
Empat batalion tersebut berasal dari 2 batalion TNI Angkatan Darat, 1 batalion Marinir, dan 1 batalion gabungan dari Paskhas dan Brimob. Pengerahan  2.000 personil dari 4 batalion tersebut akan tersebar di setiap kabupaten/kota untuk mengantisipasi cuaca kering yang diprediksi berlangsung pada Mei - September. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa Juni merupakan puncak kemarau di wilayah Riau, seperti Pekanbaru, Siak bagian barat, Pelalawan bagian barat dan Indragiri Hulu.
Selain mensiagakan batalion dari TNI dan Polri, BNPB akan mensiagakan 2 pesawat jenis BE 2000. Meskipun mensiagakan pesawat tersebut, Syamsul Maarif sangat berharap pemerintah daerah setempat mampu mencegah terjadinya karhutla. “Pesan pesawat itu itu antri, kalau bisa barang datang tetapi asap tidak perlu datang”, ujar Syamsul Maarif.  BNPB sudah mempersiapkan untuk menghadapi ancaman karhutla di 9 provinsi, 4 di Kalimantan dan 5 di Sumatera. 
Pada Rapat Koordinasi Gubernur Dengan Camat Syamsul Maarif memberikan arahan sekaligus mengucapkan terima kasih atas kerjasama dalam penanggulangan bencana api dan asap di hadapan Pejabat Pemerintah Provinsi Riau, Danrem, Kapolda, Danlanud, perwakilan DPRD, para pimpinan TNI dan Polri di tingkat kabupaten dan kecamatan, serta para camat dan kepala desa. Perkembangan saat ini asap sudah dapat dikendalikan dan rencananya pada 4 April nanti sekitar 1.000 personil Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRC PB) akan ditarik kembali ke Jakarta dengan pesawat angkut Hercules.

Related posts