Gempa M 7,7 Maluku Tenggara Dirasakan Hingga Puncak Jaya

JAKARTA - Gempa tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi M 7,4 mengguncang wilayah Laut Banda, Senin (24/6). Titik episenter gempa tersebut berada di koordinat 6,44 LS dan 129, 17 BT, atau tepatnya berada pada jarak 289 kilometer (km) arah Barat Laut Kota Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku dengan kedalaman 220 km.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi Laut Banda. Hal tersebut mengacu pada hasil pemetaan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. Untuk hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Laut Banda ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip fault).

Sementara itu guncangan gempabumi dirasakan di daerah Saumlaki V MMI, Tual III-IV MMI, Subawa dan Sorong III MMI, Dobo, Alor, Fak-Fak dan Kupang II-III MMI, Manokwari, Bima, Dompu, Banda, Waingapu, Ambon, Bula, Nabire, Merauke, Denpasar, dan Puncak Jaya II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga pukul 10.13 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).  Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

HUMAS BNPB