6 TEWAS, 11 MASIH TERTIMBUN LONGSOR CILILIN

Tweet

Proses evakuasi korban longsor di Kampung Nagrog Desa Mukapayung Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat masih terus dilakukan. Sebelumnya sempat dilaporkan 24 orang tertimbun longsor. Namun setelah dilakukan pendataan dan berkoordinasi dengan masyarakat setempat dinyatakan bahwa korban tertimbun longsor sebanyak 17 orang, dimana 6 orang sudah ditemukan meninggal dan 11 orang masih tertimbun longsor. 2 orang luka berat akibat terkena longsor.

6 korban meninggal adalah Agus/7 th, Tedi/12 th, Adit/5 th, Tika/25 th, Fitri/10 th, dan Dedi/30 th. Dua orang yang luka dimana 1 orang dirawat di RS Sadikin Bandung dan 1 dirawat di rumah. Sebanyak 23 KK mengungsi di rumah kerabatnya.

Pencarian korban hanya bisa dilakukan secara manual karena medan jalan yang sulit. Jalan menuju lokasi yang sempit dan menanjak, tak memungkinkan mengirimkan alat berat. Lokasi longsor berada di atas bukit yang dikenal warga dengan sebutan Bukit Dipatiukur.

Longsor di Kampung Nagrok Desa Mukapayung Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat terjadi di tiga titik yaitu di daerah Pasirpogor yang menimpa dua rumah, di bukit Pasir Cikareo, dan di Dusun Tiga Kampung Nagrok Desa Mukapayung RT 4 RW 7 atau biasa dikenal Bukit Dipatiukur.

Sekitar 100 orang melakukan evakuasi terdiri dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, PMI, Tagana, Basarnas, relawan dan masyarakat. Kepala BNPB bersama Deputi Penanganan Darurat BNPB meninjau langsung di lokasi longsor. BNPB menyerahkan bantuan logistik dan peralatan kepada BPBD Bandung Barat.

Kebutuhan mendesak adalah peralatan evakuasi, cangkul, sekop,  sepatu boot, masker dan alat berat.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB