TRIWULAN PERTAMA 2013, LEBIH DARI 300 BENCANA SAMBANGI INDONESIA

Tweet

Sebanyak 95% lebih bencana yang terjadi sepanjang triwulan pertama tahun 2013 merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Jumlah kejadian bencana dari awal tahun sampai bulan Maret, cenderung mengalami penurunan, yaitu 120 kali di bulan Januari, menurun menjadi 91 kali kejadian di bulan Februari, dan  95 kali di bulan Maret. Dalam 3 bulan ini bencana angin puting beliung selalu mendominasi, diikuti dengan bencana banjir.

Dilihat dari sisi korban dan kerusakan, sampai saat ini korban meninggal dan hilang akibat bencana lebih dari 200 jiwa, dimana korban meninggal dan hilang banyak disebabkan oleh bencana banjir dan bencana tanah longsor. Sebanyak 306 kejadian bencana yang terjadi, juga menyebabkan kerusakan rumah 2.818 unit rusak berat, 3.316 unit rusak sedang, 20.759 unit rusak ringan, selain itu 27 fasilitas pendidikan, 26 unit fasilitas peribadatan, dan 8 unit fasilitas kesehatan juga tidak luput dari kerusakan. 

Begitu banyaknya bencana  yang melanda kawasan Indonesia sudah sepantasnya menjadi prioritas untuk mendapat perhatian dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Masih ingat dalam benak kita, awal tahun 2013 dimana banjir melanda ibukota Jakarta. Banjir ini telah menimbulkan kerugian dari sisi ekonomi yang cukup besar. Beberapa peristiwa banjir juga terjadi di daerah lain, misalnya banjir yang melanda Sulawesi Selatan, banjir di Jawa Tengah akibat luapan Sungai Bengawan Solo. Bencana lain juga tidak kalah besar dampaknya, misalnya bencana tanah longsor yang melanda Desa Mukapayung, Kec. Cililin Kabupaten Bandung Barat pada tanggal 25 Maret 2013, telah menyebabkan 14 jiwa meninggal dan 3 lainnya masih hilang.

Ulasan selengkapnya mengenai kejadian bencana yang terjadi pada bulan Maret 2013 serta triwulan pertama tahun 2013 dapat dibaca pada Info Bencana Edisi Maret 2013 yang dapat diunduh pada http://bnpb.go.id/uploads/pubs/559.pdf .