TIDAK ADA PENGUNGSI ERUPSI GUNUNG SANGEANGAPI

Tweet

Perkembangan bencana erupsi Gunungapi Sangeangapi hingga Senin (2/6/2014) pukul 08.00 WITA sbb:


1). Sesuai informasi dari PVMBG tellah ditetapkan Kawasan Rawan Bencana (KRB) III pada radius 1 km dan KRB II radius 5 km dari pusat kawah G. Sangeangapi. Pemukiman penduduk terdekat yaitu Kec Wera berjarak 8 km dari kawah G. Sangeangapi sehingga masih aman dari dampak lontaran material/awan panas G. Sangeangapi. Gempa tremor masih terus berlangsung hingga saat ini, namun intensitasnya menurun dibandingkan 2 hari sebelumnya. Status Siaga (level III).


2). Wilayah yang terdampak radius 8 Km di Kec. Wera terdiri dari 7 desa diantaranya,  Ds. Toitoi, Ds. Sangeang, Ds. Tadewa, Ds. Ranggasolo, Ds. Bala, Ds. Kalagena, Ds. Paipai dengan penduduk 7.328 Jiwa / 1.748 KK.


3). Tidak ada pengungsian penduduk hingga saat ini. Tidak ada korban jiwa dan penduduk yang hilang akibat erupsi G. Sangeangapi. Adanya berita nelayan yang hilang, setelah dilakukan pengecekan ternyata berita tersebut tidak benar.


Untuk antisipasi kondisi terburuk BPBD Bima sudah menyiapkan lokasi-lokasi pengungsian dan logistik. Posko tanggap darurat telah dibangun. Aktivitas posko antara lain: a) persiapan 12 unit angkutan evakuasi di 6 desa; b) distribusi air bersih menggunakan 3 unit tanki mobile PDAM; c) menginventarisasi penduduk yang terdampak; d) menyalurkan bantuan khususnya permakanan untuk warga di 7 desa.


Masker yang sudah didistribusikan sebanyak 20.200 lembar. Beberapa permakanan yang telah dikirim ke posko aju antara lain 650 dus air mineral, 1.030 dus mie instan, 2.000 lembar masker, 25 dus ikan kaleng dan sebagainya. Sebagian besar logistik tersebut sudah didistribusikan ke wilayah terdampak.


Kemarin siang hujan turun di Kota Bima sehingga cukup mengurangi debu vulkanik. Bandara di Bima sudah dibuka kembali.


Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB