Wujudkan Pembangunan Keluarga Tahan Bencana, BNPB Tandatangani MoU Dengan BKKBN

Tweet

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menandatangani Memorandum of Understanding atau Nota Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Penandatanganan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga dalam konteks penanggulangan bencana.

Penandatanganan ini secara resmi dilakukan oleh Kepala BNPB Willem Rampangilei bersama dengan Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty pada Selasa (9/5) di Auditorium BKKBN.

Dalam hal ini, Kepala BNPB mengatakan, “Penandatanganan MoU ini sangat tepat dilakukan, mengingat seluruh wilayah Indonesia merupakan wilayah rawan terjadi bencana alam. Di tahun 2015 saja, korban bencana alam telah memakan korban jiwa yang tidak sedikit. Untuk itu, kerja sama kedua lembaga ini memiliki nilai strategis karena saling menguatkan program masing-masing lembaga.”

“BKKBN punya desa binaan Kampung Keluarga Berencana (KB), BNPB punya desa tangguh bencana. Oleh karena itu, saya harap kerjasama ini dapat member informasi dan edukasi kesehatan KB terhadap masyarakat terdampak bencana, maupun masyarakat umum dengan pelayanan ini bisa mengurangi risiko bencana sehingga mampu menciptakan masyarakat yang tangguh bencana.”

Sementara Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty dalam sambutan menjelaskan, “Kesepahaman bersama ini diselenggarakan untuk memberikan penekanan dalam rangka meningkatkan Program Kependudukan KB dan Pembangunan Keluarga, khususnya pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi daerah bencana dan konflik,” ujar Surya.


Nota kesepahaman bersama antara BKKBN dan BNPB itu sendiri mencakup antara lain pemanfaatan data dan informasi, advokasi, program dan peningkatan sumber daya manusia.  Kerja sama terfokus pada program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), KB dan Kesehatan Reproduksi dan ketahanan keluarga. (dhs)