BNPB Rancang Pendidikan D-3 di Bidang Manajemen Bencana

Tweet

SENTUL- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merancang pendidikan D-3 dibidang manajemen bencana. Kepala BNPB, Willem Rampangilei pada pertemuan dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur negara (Menpan) Asman Abnur pada Senin (15/5) di gedung Ina-DRTG, Sentul mengatakan, “program penanggulangan bencana menjadi prioritas nasional yang masuk dalam pembangunan nasional dengan target menurunkan indeks risiko bencana sebesar 30% di tahun 2019. Ada 34 BPBD provinsi dan 541 BPBD Kabupaten/Kota dengan kondisi personilnya secara kuantitas dan kualitas kurang memadai. Ditambah pula oleh kurangnya kompetensi dan profesionalisme personil tersebut di bidang penanggulangan bencana, sehingga berdampak terhadap pelayanan publik. Diperlukan personil-personil yang cakap, handal dan profesional agar pelayanan publik bidang penanggulangan bencana berjalan dengan baik. Pendidikan D-3 di bidang Manajemen Bencana akan meningkatkan pengetahuan dan skill di bidang penanggulangan bencana” kata Willem.

Sementara itu, Menpan, Asman Abnur mengatakan, “penanggulangan bencana harus diawaki oleh personil yang terdidik dan terlatih sesuai dengan persyaratan profesionalisme penanggulangan bencana. Profesionalitas dapat diperoleh melalui pelatihan dan pendidikan. Dengan adanya program pendidikan D-3 bidang manajemen bencana akan meningkatkan keterampilan dan skill aparatur. Meningkatkan pemahaman serta pengetahuan aparatur pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana. Saya mendukung adanya pendidikan D-3 bidang manajemen bencana ini. Dari segi perijinan saya akan komunikasikan dengan Menristek Dikti.  Harapan saya BNPB agar cepat merealisiskan pendidikan D-3 bidang manajemen bencana ini, kata Asman. 

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Bagus Tjahjono mengatakan, “di Indonesia belum ada institusi pendidikan yang mencetak lulusan yang cakap dan terampil di bidang penanggulangan bencana. Padahal ancaman dan tantangan bencana di indonesia amat tinggi dan cenderung meningkat sehingga berpengaruh terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan kelestarian lingkungan.  Di sisi lain, penanggulangan bencana terkait multi disiplin ilmu dengan dampak sangat komplek sehingga penanganannya harus multi dimesional dan multi stakeholders. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap sulitnya memperoleh SDM yang kompeten, cakap dan terampil di bidang penanggulangan bencana sehingga berdampak bagi kualitas dan kuantitas rekrutmen personil di BNPB dan BPBD. Kendala dalam rekrutmen SDM tersebut akan menganggu kinerja BNPB sebagai koordinator, komando dan pelaksana penanggulangan bencana yang melibatkan 30 kementerian dan lembaga,” kata Bagus.

Rangkaian kunjungan Menpan dilanjutkan dengan meninjau fasilitas gedung Ina-DRTG, simulasi ruang gempa, alat penanggulangan bencana dan ruang pelatihan.