Ahli Membuat Rumah Instan Sederhana

Tweet

SUMEDANG - Membuat Rumah Instan Sederhana (Risha) sangat mudah diaplikasikan pada saat Masa tanggap darurat. Korban bencana yang terdampak dapat berlindung di bangunan layak huni seperti Risha. Maka dari itu, BNPB melalui unit Direktorat Bantuan Darurat melakukan peningkatan kapasitas untuk petugas lapangan bantuan kedaruratan tingkat pusat dan daerah tahun 2017 di Sumedang, Jawa Barat, 4-8 September 2017.

Bekerjasama dengan Pusat Permukiman (Puskim) Pustlibang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Sumedang, Jawa Barat. Materi teori dan praktek yang diajarkan antara lain adalah praktek pembuatan penulangan, cetakan, pencampuran, pengecoran, pembukaan Cetakan dan perakitan modul komponen Risha.

Perka BNPB No.7 tahun 2008 Bantuan penampungan/hunian sementara diberikan dalam bentuk tenda-tenda, barak, atau gedung fasilitas umum/sosial, seperti tempat ibadah, gedung olah raga, balai desa, dan sebagainya, yang memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat tinggal sementara.

Standar Minimal Bantuan :a. Berukuran 3 (tiga) meter persegi per orang.b. Memiliki persyaratan keamanan dan kesehatan.c. Memiliki aksesibititas terhadap fasilitas umum.d. Menjamin privasi antar jenis kelamin dan berbagai kelompok usia.

Direktur Bantuan Darurat BNPB, Eko Budiman mengatakan hunian sementara adalah tempat tinggal sementara untuk korban bencana yang harus berpindah atau mengungsi akibat tempat tinggalnya rusak,hancur, hilang akibat bencana. "Melalui pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan petugas di lapangan. Selain mengetahui secara teknis juga mampu mendampingi operator dalam pembangunan huntara. Kegiatan ini yang pertama kali diadakan dan secara bertahap akan diterapkan di seluruh Indonesia. Sehingga kita punya ahli yang mampu membangun Rumah Instan Sederhana (Risha) sebagai huntara, " katanya.  

Risha sudah digunakan BNPB dalam penanganan pengungsi kedeputian Penanganan Darurat untuk korban bencana erupsi gunungapi di Sinabung, Karo, Sumatera Utara, korban gempabumi Pidie Jaya Aceh, korban longsor di Purworejo, korban longsor Karangkobar Banjarnegara. Budhi Erwanto, selaku Kasubdit Bantuan Hunian Sementara mengatakan harga rumah yang pernah dibangun BNPB cukup terjangkau. Harga untuk membangun strukturnya hanya 700rb/m2. "Harga tersebut hanya strukturnya saja, belum termasuk semen, Bata untuk dinding, atap, cat dan sebagainya. Seperti yang di Sinabung, harga huntara yang dibangun BNPB adalah 53 juta rupiah/unit. Cukup rapih, bagus dan memadai untuk hunian" terangnya.

Kedepannya bahan bangunan huntara ini akan menjadi stok persediaan di gudang BNPB dan BPBD. Sebagai pengganti tenda utk pengungsi jika terjadi bencana, sehingga layak huni. Membutuhkan waktu 10 hari untuk membangun Risha.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 54 orang dari BNPB dan BPBD. Antara lain adalah BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Provinsi Sumatera Barat, BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Provinsi Aceh, BPBD Provinsi Jambi, Kabupaten Cilacap, BPBD Kabupaten Bandung Barat, BPBD Kabupaten Sukabumi, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, BPBD Kabupaten Pangandaran, BPBD Kabupaten Ciamis, BPBD Kabupaten Cianjur, BPBD Kabupaten Karo. (acu).