Sosialisasi Siaga Gunung Agung di Dinas Pendidikan Karangasem

Tweet

KARANGASEM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melaksanakan sosialisasi siaga darurat Gunung Agung kepada masyarakat. Baik itu sosialisasi secara langsung kepada pengungsi maupun kepada dinas-dinas terkait dilingkungan Kab. Karangasem.

Pada hari ini Sabtu (7/10), BNPB sosialisasi ke 30 Pengawas TK, SD, SMP Dinas Pendidikan Karangasem. Sosialisasi ini dilaksanakan disela-sela pelatihan penanganan pendidikan dalam situasi darurat dari tanggal 6-8 oktober 2017 di Aula Dinas Pendidikan Karangasem.

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Widjaja berkesempatan memberikan arahan kepada peserta, beliau mengatakan bahwa “selalu menyiapkan safety kit seperti masker, jaket, topi kacamata, sebagai antisipasi jika terjadi erupsi. Selama berada di zona aman kita tidak perlu panik, masuk rumah dan menunggu arahan petugas lebih lanjut. Peristiwa ini jangan dijadikan sebagai bencana, tapi menjadi berkah karena ini adalah proses alam.” Jelas Wisnu.

Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan pemahaman  peserta mengenai pendidikan dalam situasi darurat, meningkatkan ketrampilan dalam mengkoordinir dan menyelenggarakan komponen-komponen pendidikan di masa darurat seperti kaji cepat kebutuhan pendidikan di fase awal masa tanggap darurat, dukungan psikososial untuk guru dan siswa, dan  pemenuhan kebutuhan kegiatan belajar mengajar di masa darurat, seperti sekolah darurat, guru dan tenaga kependidikan, media pembelajaran.

Data menunjukan sebanyak 299 Sekolah terletak di zona bahaya (dalam 9-12 km dari kawah), di mana 34 sekolah di zona bahaya tinggi (0-6 km dari kawah), 49 sekolah di zona bahaya sedang (6-9 km) dan 148 sekolah di zona bahaya rendah. Secara total, 45.099 siswa dan 3.262 guru menjadi pengungsi. Oleh sebab itu pemerintah memberikan perhatian khusus bagi sekolah-sekolah berada diluar bahaya untuk selalu waspada.


Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data Informasi Dan Humas BNPB