Tim Sosialisasi kunjungi Pengungsian Lapangan Gajah Wea

Tweet

KARANGASEM - Tim Sosialisasi Siaga Darurat Erupsi Gunung Agung Kunjungi Pos Pengungsian di Lapangan Gajah Wea Kec.Abang Kab Karangasem.Tim sosialisasi yg terdiri dari BPBD, Dinas Pendidikan dan Dinas Kominfo didampingi oleh BNPB memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Kawasan Rawan Bencana dan menjelaskan tindakan yang harus dilakukan saat terjadi letusan Gunung Agung.

Camat Abang I Gusti Nyoman Darsana menyampaikan bahwa sosialisasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat di kecamatan Abang. “ Sudah pernah ada sosialisasi di desa Nawa Kerti tapi masyarakatnya tetap tidak mau mengungsi dengan alasan gunungnya baik-baik saja. “tidak ada asap tebal, hujan abu atau kerikil, jadi masyarakat menganggap semua aman,”tutur Darsana.

Sementara itu total pengungsi di Lapangan Gajah Wea adalah 111 jiwa dnegan perincian 58 laki-laki dan 53 perempuan.Pengungsi di pos ini berasal dari Batudewa Kelod, Desa Tulamben

Adapun materi yang disosialisasikan seputar tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat dan sesudah terjadinya letusan gunung api; penjelasan mengenai tingkatan status dalam gunung api; arah evakuasi dan jalur evakuasi; titik pengungsian; bagaimana proses evakuasi ternak sebelum letusan serta bagaimana sanitasi yang baik

Camat Abang I Gusti Nyoman Darsana menyampaikan bahwa sosialisasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat di kecamatan Abang. “ Belum ada sosialisasi ke pos pengungsian, jadi kami menyambut baik tim sosialisasi ini,” tutur Darsana. Ia menambahkan bahwa untuk Desa Nawa Kerti yang masuk kedalam zona awas, sudah pernah ada sosialisasi tapi masyarakatnya tetap tidak mau mengungsi dengan alasan gunungnya baik-baik saja. “tidak ada asap tebal, hujan abu atau kerikil, jadi masyarakat menganggap semua aman,” tutur Darsana.

Sementara itu di tempat berbeda,Dansatgas Posko Siaga Darurat Gunung Agung Fierman Sjafrial Agustus menyatakan bahwa ada 133 titik pengungsian yang harus mendapat sosialisasi. “Ada 133 titik, harus ada tim sosialisasi yang personilnya berasal dari dinas-dinas terkait seperti Humas Kabupaten,Dinas Kominfo, DInas Pendidikan, Dinas Kesehatan serta Dinas PU. BNPB hanya melakukan pendampingan,” tambahnya.

Masyarakat selama berada di pengungsian selalu melakukan aktifitas seperti menjahit lontar keperluan persembahyangan. Lontar-lontar yang telah dijahit, kemudian diambil dan dibayar oleh para pengepul dari berbagai tempat seperti dari pasar tradisional di amlapura. Selain itu, masyarakat mengharapkan bantuan berupa bahan mentah sayuran karena selama ini para pengungsi tidak pernah mengkonsumsi sayuran. 

Sementara itu total pengungsi di Lapangan Gajah Wea adalah 111 jiwa dengan perincian 58 laki-laki dan 53 perempuan.Pengungsi di pos ini berasal dari Batudewa Kelod, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu. (Ayu)