Pelatihan Open Street Map dan Mapathon Untuk Pemetaan Risiko Bencana Erupsi Gunung Agung

Tweet

DENPASAR – Sebanyak 38 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa dan alumni Universitas Udayana, Bali mengikuti pelatihan Open Street Map dan Mapathon Untuk Pemetaan Risiko Bencana Erupsi Gunung Agung, Bali, Senin (13/11-2017).

 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ir. Medi Herlianto, CES, MM. Hadir dalam kegiatan tersebut, Unsur dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Wakil Kepala Pelaksana BPBD Kabupten Karangasem, Wakil Rektor 4 Universitas Udayana, Dekan Fakultas Pertanian, Ketua Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial (PPIDS) Universitas Udayana Bali.

 

Sementara itu, Kepala Seksi Pemaduan Jaringan BNPB, Maryanto, dalam pemaparanya, menjelaskan bahwa maksud dan tujuan dari kegiatan Pelatihan Open Street Map dan Mapathon untuk Pemetaan Risiko Bencana Erupsi Gunung Agung tersebut, untuk memperoleh data-data pendukung InaSAFE berupa bangunan dan jalan untuk analisis risiko Erupsi Gunung Agung.

 

Disamping itu lanjut Kasie Pemaduan Jaringan BNPB, juga memberikan keterangan terkait objek baik berupa nama, jenis, maupun informasi penting lainnya sehingga suatu bencana dapat dianalisis dengan tajam dan akurat.

 

“Dengan menggunakan InaSAFE, perkiraan jumlah insfrastruktur dan penduduk terdampak, penentuan jalur evakuasi dan titik kumpul dapat dihasilkan dan menjadi data pendukung dalam penyusunan rencana kontinjensi,”jelas Maryanto.

 

InaSAFE adalah perangkat lunak bebas-terbuka berupa plugin QGIS. Software ini merupakan alat sederhana namun akurat dalam menggabungkan data dari peneliti, pemerintah daerah, serta komunitas lokal untuk menciptakan prakiraan dampak dan strategi penanggulangan saat terjadi bencana alam.

 

Pelatihan Open Street Map dan Maphathon untuk Pemetaan Risiko Bencana Erupsi Gunung Agung ini berlangsung dari tanggal 13  s.d. 17 Nopember 2017, bertempat di Universitas Udayana, Bali.

 


Kegiatan pelatihan meliputi pengumpulan data, integrasi data, dan validasi data, yang menjadi skill atau kemampuan khusus untuk menjadi surveyor Open Street Map. Sebagai tambahan, pengenalan singkat mengenai rencana kontinjensi juga diberikan kepada para peserta agar mereka mendapatkan gambaran mengenai tujuan dari pengumpulan data yang dilakukan, yaitu agar mendukung BPBD dalam penyusunan rencana kontinjensi bencana di daerahnya. (ws/tim).