Rapat Koordinasi Renja Penanggulangan Bencana Tahun 2019

Tweet

BATAM - Dampak perubahan iklim masih mendominasi potensi terjadinya bencana. 95% bencana yang terjadi di Indonesia beberapa tahun terakhir ini akibat bencana hidrometeorologi. BNPB mencatat hingga Oktober 2017 telah terjadi 1.907 bencana  yang mengakibatkan 257 jiwa hilang dan 3.107 jiwa menderita dan mengungsi. Perencanaan kesiagaan menghadapi bencana dipersiapkan sedini mungkin untuk pengurangan risiko bencana serta meminimalisir korban jiwa dan mengurangi dampak kerugian. 

Kegiatan penanggulangan bencana telah menjadi salah satu agenda prioritas nasional yang perlu dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah. Pada hari ini, BNPB menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis Penyusunan Rencana Kerja Penanggulangan Bencana Tahun 2019 mulai 15 – 18 November 2017 di BCC Hotel – Batam yang dihadiri oleh perwakilan 13 BPBD Provinsi seluruh Indonesia. 

Kepala BNPB dalam pengarahannya menyampaikan bahwa tantangan penanggulangan bencana semakin berat. Pembangunan yang ada belum berbasis analisis risiko bencana dan perubahan iklim akan memperberat dampak bencana. “Volume penanggulangan belum seimbang dengan ketersediaan anggarannya. Artinya kita harus membuat persiapan dan perencanaan yang matang, fungsi koordinasi dan pengawasan sangat penting. Kemampuan di lapangan dan leadership harus kuat, maksimalkan anggaran yang ada, kerja lebih keras untuk tanggungjawab mulia dalam kemanusiaan”, ucap Willem Rampangilei.

Capaian dan Evaluasi Kinerja 2015-2017, Rencana Kerja 2018 dan Kebijakan Tahun 2019 yang dibahas hari ini, diharapkan dapat menyamakan persepsi dan sinkronisasi penanggulangan bencana sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta penyelarasan peraturan terkait penanggulangan bencana di daerah. Kegiatan penanggulangan bencana harus sesuai program pembangunan nasional dan prioritas mitigasi untuk menurunkan Indeks Risiko Bencana (IRBI). Hasil yang dicapai hari ini juga akan dibawa dalam Musrenbang 2019 di Jakarta. Rakortek ini dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Regional dan OTDA Bappenas, dan Direktur Jenderal Anggar Kementerian Keuangan. Lanjutan dari rakortek untuk 21 provinsi lainnya akan dilaksanakan pada 19-22 November 2017 di Hotel Mercure - Surabaya. 

Humas BNPB