IABI Lengkapi Pengurangan Risiko Bencana Indonesia

SENTUL - Pertemuan Ilmiah Tahunan yang diselenggarakan oleh BNPB, Kementerian Ristek, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Bappenas pada tanggal 5 Juni 2014 yang lalu di Surabaya, telah mendeklarasikan keberadaan Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI). IABI terdiri dari putra-putri terbaik bangsa dari berbagai latar belakang seperti, akademisi, birokrat, lembaga riset, para praktisi PB, dan anggota masyarakat yang peduli bencana yang tergerak untuk menyumbangkan tenaga, pikiran serta keahliannya dalam membantu mensosialisasikan konsep dan pengetahuan tentang kebencanaan (knowledge development) kepada semua pemangku kepentingan di semua tingkatan pendidikan, terutama para pemegang kebijakan dan tingkatan perguruan tinggi dan lembaga riset di Indonesia dan di Luar Negeri.

Lahirnya IABI sebagai wujud untuk mendukung konsep Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Indonesia, hal ini tidak terlepas karena Indonesia yang merupakan negara kepulauan mempunyai keunikan tersendiri. Salah satu Keunikannya antara lain sebagai wilayah yang sangat rawan terhadap berbagai ancaman (hazards) baik bahaya alami (natural hazard) maupun (man-made/ anthropogenic hazard), sementara kondisi lingkungan alam kita semakin rusak dan telah terjadi degradasi sumberdaya alam dan lingkungannya maupun akibat dari perilaku manusia yang kurang sadar terhadap bahaya fenomena alam.  Hal lainnya yang menjadi alasan penting hadirnya IABI karena kondisi populasi penduduk Indonesia saat ini yang sebagian besar menempati wilayah pegunungan yang rentan terhadap erupsi gunungapi, tanah longsor dan ancaman banjir di sepanjang sungai dan kekeringan, dan kebakaran lahan dan hutan serta menempati wilayah perkotaan yang rawan terhadap berbagai jenis bencana dan wilayah wilayah pesisir yang rawan gempabumi, tsunami, gelombang pasang, abrasi, dan angin ribut yang sangat rentan (high vulnerability).

Guna memantapkan langkah nyata IABI, pada hari ini (15/08) telah dilaksanakan Pengukuhan Pengurus IABI perioode 2014 – 2015 oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Indonesia Disaster Relief Training Ground (INA-DRTG) di Kawasan Internasional Peace and Security Center (IPSC) Sentul Jawa Barat. DR. Syamsul Maarif, Msi dalam sambutan menyampaikan bahwa “working group yang terbentuk melalui IABI ini telah mencerminkan keinginan bersama bahwa persoalan kebencanaan adalah urusan bersama, termasuk didalamnya adalah para ahli bencana yang dituntut untuk mempunyai cara pandang dan berfikir secara holistik dan seistemik. Visi IABI juga harus dapat membangun dan mengembangkan sebuah budaya keselamatan dan ketangguhan menghadapi bencana”.

Prof. Sudibyakto, MSc yang merupakan peneliti kebencanaan dari UGM terpilih sebagai Ketua IABI periode 2014 – 2015. Dalam sambutannya,” bahwa pada Tahun 2014 hingga 2017 arah riset akan difokuskan kepada Pengembangan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) untuk bencana Tsunami, Banjir dan Banjir Bandang, Kekeringan, Kebakaran Lahan dan Hutan, dan Gerakan Massa Tanah”. Program terdekat yang akan dilakukan IABI adalah berperanserta aktif dalam kegiatan peringatan bulan PRB di Bengkulu pada Oktober 2014 yang merupakan peringatan 10 tahun Bencana Tsunami Aceh dan juga akan menggelar Munas IABI pertama di UGM Yogyakarta tanggal 26 - 28 Mei 2015 yang bersamaan dengan Peringatan Gempabumi Yogyakarta dan Jawa Tengah. Selain itu, IABI akan melaksanakan riset yang sifatnya strategis dan menjadi prioritas nasional di bidang riset kebencanaan yang kemudian akan dipublikasikan dan disebarluaskan kepada para pemangku kepentingan termasuk masyarakat akademis.

Kepengurusan IABI terdiri dari unsur pembina (Menristek, Mendikbud, Kepala Bappenas, Kepala BNPB), Ketua Umum (Prof. Sudibyakto, Msc), Ketua I (Harkunti Pertiwi Rahayu), Ketua II (Ridwan Djamaluddin), Ketua III (Sugeng Tri Utomo), Sekretaris Jenderal (Lilik Kurniawan) dan Koordinator Pokja untuk 12 Jenis Bencana. Acara pengukuhan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari 37 K/L terkait, Rektor UNHAN, Planas PRB serta pejabat eselon I dan II BNPB.

Momentum pengukuhan pengurus IABI ini juga sejalan dengan usulan Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Sekretaris Utama, Ir. Dody Ruswandi, Msc dalam pertemuan 21 Negara APEC pada Senior Disasters Management Official Forum 2014 di Beijing pada 11 – 12 Agustus 2014 yang menyampaikan agar mengintegrasikan IPTEK dan kearifan lokal berbasis sosiokultur masyarakat di daerah rawan bencana. (tos)

Related posts