Indonesia Peringati Bulan PRB 2014 di Bengkulu

Indonesia memperingati puncak Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2014 pada hari Senin (13/10) di Bengkulu. Bengkulu sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara ini memiliki risiko ancaman bahaya yang tinggi. Peringatan Bulan PRB menjadi momentum bersama masyarakat, khususnya di Bengkulu, untuk membangun ketangguhan. Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mengucapkan terima kasih kepada BNPB atas dukungan penyelenggaraan dan peningkatan kapasitas penanggulangan bencana di wilayahnya. Junaidi mengharapkan bahwa masyarakat Bengkulu menjadi tangguh menghadapi setiap ancaman bahaya. Pada rangkaian kegiatan ini, masukan-masukan dari proses dialog antar pihak dapat sebagai tonggak sejarah secara nasional maupun global. “Semoga ini berperan untuk kontribusi dalam konferensi dunia untuk pengurangan risiko bencana (WCDRR) di Sendai Jepang”, tambah Gubernur. Sementara itu, Kepala BNPB Syamsul Maarif yang membuka secara resmi mengatakan bahwa perlu adanya kemitraan untuk upaya implementatif yang bermanfaat untuk masyarakat. “Bencana itu bisa dikendalikan dan diproteksi”, tambah Syamsul Maarif. Syamsul Maarif mengatakan bahwa Peringatan Bulan PRB ini merupakan rangkaian kegiatan internasional. Menurutnya, penyelenggaraan di Bengkulu sangat meriah dan mendapat sambutan masyarakat yang luar biasa. “Semoga yang telah kita lakukan dapat bermanfaat bagi kita semua”, kata Kepala BNPB. Pasca gempabumi dan tsunami dahsyat Aceh 2004, paradigma dan pengarusutamaan PRB menjadi isu penting di dunia. Bencana besar Aceh pada 2004 merupakan wake up call bersama dengan komunitas internasional bahwa bencana dapat menyebabkan penderitaan masyarakat dan kerugian perekonomian suatu negara. United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR) menggagas solidaritas internasional untuk memperingati PRB. Hal tersebut kemudian diperingati secara bersama di belahan dunia lain dengan tema besar yang telah disepakati. Peringatan PRB  menjadi momentum bersama masyarakat Indonesia untuk membangun ketangguhan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai focal point penanggulangan bencana di Indonesia menyelenggarakan acara Peringatan Bulan PRB 2014 di Provinsi Bengkulu. Sesuai dengan semangat dalam pertemuan Global Platform, kegiatan pucak bulan PRB mengangkat tema “Pengurangan Risiko Bencana yang Membangun Ketangguhan Daerah”. BNPB didukung oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu, komunitas internasional, dan mitra kerja baik dari kementerian/lembaga, komunitas masyarakat, LSM, dan sebagainya. Peringatan Bulan PRB di Bengkulu ini sekaligus sebagai refleksi 10 tahun bencana Tsunami Indian Ocean. Puncak penyelenggaraan Peringatan Bulan PRB ini berlangsung pada 13 – 15 Oktober 2014. Penyelenggaraan Peringatan Bulan PRB terpusat di Hotel Grage Horizon Bengkulu dan lapangan View Tower. Rangkaian kegiatan peringatan ini mencakup kegiatan utama dan pendukung. Kegiatan utama seperti workshop PRB dengan tema adaptasi perubahan iklim (API), pengembangan jejaring antar pelaku PRB, kemitraan dalam PRB, sekolah aman, dan sebagainya. Agenda acara peringatan ini dapat diunduh melalui www.peringatanbulanprb.net. Hadir dalam acara ini Kepala BNPB Dr. Syamsul Maarif, Gubernur Bengkulu, bupati, walikota, Kepala Pelaksana BPBD se Indonesia, perwakilan kementerian/lembaga, komunitas dan organisasi dari lokal dan internasional, serta mitra kerja terkait. Kepala BNPB membuka secara resmi pembukaan Peringatan Bulan PRB pada hari ini (13/10) di Hotel Grage Horizon, Bengkulu. (Phi)

Related posts