Kabupaten Buleleng Mendukung Implementasi Sekolah Aman Berbasis Gugus Depan

BULELENG - Direktur PRB – BNPB, Raditya Jati, menyampaikan bahwa upaya Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) perlu dilakukan dan dimasifkan sebagai bagian dari pengurangan risiko bencana.  Dengan harapan memberikan edukasi kebencanaan kepada peserta gugus depan, agar dapat memahami pengetahuan mengenai kebencanaan dan menyebarkan pengetahuan tersebut kepada keluarganya. Hal ini dicerminkan dari kejadian bencana tsunami di Palu – Sulawesi Tengah tahun 2018, dimana anak-anak yang sudah mendapatkan pendidikan kebencanaan melalui implementasi SPAB mampu melakukan evakuasi mandiri dengan lari ke tempat yang tinggi.

Kegiatan bimbingan teknis Implementasi SPAB ini berbasis Gugus Depan pada tanggal 2 s.d. 6 September 2019 di Hotel Aneka Lovina Villas and SPA, Kalibukbuk, Buleleng, Provinsi Bali. Kegiatan ini dihadiri oleh 42 orang pembina pramuka, 2 orang perwakilan BPBD Kabupaten Bali, dan 2 orang Disdikpora. Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Pengurangan Risiko Bencana dan ditutup oleh Ketua Kwartir Cabang Kabupaten Buleleng. Narasumber lain yang hadir adalah perwakilan dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus Layanan Khusus – Kemendikbud, perwakilan BPBD Provinsi Bali, Kwartir Daerah Provinsi Bali.

Sedangkan pada acara penutupan di hari Jumat tanggal 6 September, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng selaku Ketua Kwartir Cabang Kabupaten Buleleng, Dewa Ketut Puspaka menyampaikan bahwa perlunya pendidikan kharakter yang ditanamkan sejak dini pada anak-anak termasuk hal-hal berkaitan dengan kebencanaan. Oleh karena itu sebagai Ketua Kwarcap Dewa akan mendorong dan mendukung pendidikan kebencanaan dalam rencana tindak lanjut pada kegiatan kwartir yang melibatkan para pembina pramuka yang sudah mendapat bimtek.

Disampaikan pula dalam rangkaian bimtek, para peserta dibekali materi substansi kebencanaan dan kepramukaan. Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini peserta bimbingan teknis mampu mengimplementasikan SPAB di  gugus depan masing-masing. Misalnya pada hari Kamis, tanggal 5 September 2019, peserta bimtek melaksanakan praktek mengajar ke SDN 1 Kalibukbuk dan SMKS Pariwisata Triatmajaya. Para pembina tersebut mempraktekkan rencana mengajar metode kepramukaan yang disisipkan materi muatan kebencanaan. Media game, diskusi bersama, dan simulasi digunakan oleh mereka dalam menyampaikan informasi kebencanaan ke peserta didik. Selain itu, para peserta yang bukan pembina aktif melakukan diskusi kajian risiko bencana dengan guru-guru yang ada disekolah. Tujuannya agar semua guru tahu, mengerti, dan memahami adanya risiko bencana di sekolah dan lingkungan sekitar tidak hanya siswa saja yang diajarkan.

Direktorat PRB BNPB

Related posts