Kepala BNPB dan Komisi VIII DPR Bahas Penanganan Karhutla

PALEMBANG-Rombongan komisi VIII DPR RI mengadakan kunjungan kerja ke Posko Utama Satuan Tugas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan  pada Minggu (1/11/2015). Pada kunjungan tersebut Ketua Komisi VIII Saleh Partaonan Daulay, mengatakan saat ini, titik api di Sumsel masih ada. Keterlibatan TNI amat membantu saya ucapkan terimakasih pada personil TNI yang telah membantu. Kunjungan kerja Komisi VIII bertujuan diantaranya melakukan pengawasan terhadap kinerja Pemerintah dan mendengar aspirasi masyarakat di lapangan. Bencana asap menimbulkan dampak sosial, ekonomi, politik. Perlunya mitigasi bencana karhutla agar bencana ini tidak terulang. 

Komisi VIII juga ingin mengetahui apa kendala yang dihadapi, sehingga kebakaran belum bisa dipadamkan. Termasuk bagaimana koordinasi dengan berbagai pihak, terutama pihak swasta yang lahannya juga ikut terbakar.Pada rapat tersebut, komisi VIII meminta agar upaya pemadaman melibatkan partisipasi banyak pihak. Selain BPBD dan kementerian LHK, BNPB diminta untuk mengikutsertakan masyarakat dan perusahaan-perusahaan yang ada di daerah itu. Dengan demikian, diharapkan kebakaran lebih cepat dapat dipadamkan."Kita mengapresiasi upaya TNI. Danrem di sini sekaligus ditugaskan menjadi dansatgas penanggulangan karlahut. Merekalah yang bekerja secara terus menerus di lapangan. Kita harus berterima kasih pada TNI yang kelihatannya tidak pernah lelah untuk terus bekerja," paparnya.

Willem Rampangilei selaku Kepala BNPB mengatakan upaya pemadaman dilakukan lewat darat, udara dan TMC. Namun api masih meluas karena dorongan angin. Hujan di beberapa daerah salah satunya karena optimalisasi TMC. Kami terus melakukan sosialisasi dan penegakan hukum. Kemen LHK telah mencabut ijin beberapa perusahaan yang terbukti membakar lahan gambut. Pemerintah menerima tawaran bantuan dari negara sahabat karena asap di Sumatera telah menyebrang ke Malaysia dan Singapura. Pembuatan Kanal bersekat untuk membantu upaya pemadaman selain itu BNPB telah memiliki database kebencanaan yangg sangat membantu penanganan di lapangan.

Sementara itu, Komandan Satgas Inf Tri Winarno mengatakan satgas mendapat bantuan sebanyak 1.068 personil dari Mabes TNI. Pada tanggal 22/10/15 ada pergantian dengan 1.000 personil yang ditempatkan di Kab Muba dan OKI.Total personil TNI sebanyak 5.138 org yang bekerja dengan sistem shift. Kegiatan utama yaitu patroli titik api dan sosialisasi, pembuatan kanal bloking, peninjauan hasil water bombing, optimalisasi drone. Hingga saat ini, satgas darat telah memadamkan 1.915 hotspot. Pemadaman lewat udara dilakukan melalui heli/pesawat, bantuan dari BNPB, Kemen LHK, dan negara asing. Water bombing menggunakan air dan air campuran bahan kimia. Lokasi yang memerlukan perhatian khusus adalah daerah gambut. Satgas telah menyiapkan rumah singgah di Kota Palembang dan kab Muba dan Kab OKI. Selain mendengar laporan dari kepala BNPB dan pemprov, komisi VIII juga berkesempatan untuk melihat langsung area kebakaran hutan dan lahan di daerah Kabupaten OKI melalui Heli. (adi)

Related posts