Kepala BNPB dan Menteri Kesehatan Bahas Penanganan Banjir dan Longsor

JAKARTA – Kepala BNPB Willem Rampangilei , Sekretaris Utama Dody Ruswandi dan Deputi I Bernardus Wisnu Widjaja melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Kesehatan (19/02). Pada pertemuan ini mendiskusikan dua hal, yang pertama tentang kerjasama untuk menurunkan indeks risiko bencana di Indonesia dan yang kedua tentang  Rakornas BNPB yang akan diselenggarakan pada tanggal 24-25 Februari mendatang. Disisi lain, Willem mengharapkan dukungan Kemenkes di bidang pelayanan kesehatan pada fase pra bencana dan pasca bencana untuk mengurangi Indeks Risiko Bencana pada tahun ini.

Berdasarkan analisis dari sekian banyak bencana, yang paling banyak memakan korban dan merugikan kesehatan adalah banjir dan tanah longsor, apalagi kalau di lihat dari segi ekonomi. Bencana banjir membuat hampir semua aktivitas warga terganggu. Misalkan, alat transportasi terganggu dan tidak bisa beroperasi, timbul berbagai macam penyakit seperti gatal-gatal, diare, dan virus lainnya.

Sementara itu, tim dari Kemenkes memberikan penjelasan bahwa saat ini sedang merancang Public Service Center (PSC). PSC ini sudah dipasang di beberapa kabupaten rawan bencana. Saat ini yang sudah terkoneksi adalah di daerah Gunung Agung. Fungsi utamanya adalah sebagai media penyalur informasi antara warga dengan pemda jika terjadi gempa. Menurut kemenkes, dengan adanya PSC ini sangat membantu kerja pemerintah untuk mengetahui daerah rawan bencana. Selain itu, Kemenkes juga mengatakan bahwa di setiap daerah sudah membentuk yang namanya Dokter Emergency three acess. Willem mengatakan bahwa keberhasilan untuk menurunkan indeks risiko bencana adalah kerjasama yang baik dari semua kementerian dan lembaga yang terkait, termasuk dunia usaha dan masyarakat. (dhs).

Related posts