KEPALA BNPB KUNJUNGI SATGAS PENANGGULANGAN BENCANA ASAP PROVINSI RIAU

Kepala BNPB, Sabtu (29/6) mengunjungi Satgas Penanggulangan Bencana Asap, di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau. Sesuai instruksi Presiden RI, yang menyatakan bahwa Bencana Asap di Riau merupakan bencana Nasional, maka diperlukan kerjasama dengan POLDA, KOSTRAD, MARINIR, Dinas Kehutanan dan instansi terkait. Untuk itu perlu adanya Satgas Darat, Udara dan Gakkum. Pada kunjungan tersebut, Kepala BNPB, Syamsul Maarif, memaparkan Siklus musim kemarau tahun lalu yang dimulai pada bulan Maret dan April namun untuk tahun ini terjadi pergeseran hingga dimulai pada bulan Juni 2013.

Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, salah satu penyebabnya adalah karena pengaruh cuaca kemarau, yang membuat mudah terbakar apabila terkena api. Selain itu karena ulah manusia yaitu memperluas lahan dengan cara membakar. “Upaya pemadaman kebakaran hutan di Riau masih terus dilakukan oleh pemerintah. Pemadaman melalui jalur darat, mengerahkan ratusan personil dari Kostrad dan Marinir untuk memadamkan kebakaran hutan Riau, “kata Syamsul Maarif. Cara pelaksanaan hujan buatan yakni dengan cara menyemai garam di udara dilakukan dari pangkalan udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau membutuhkan kerjasama tim yang kompak. Disini perlunya ketepatan dan keakuratan informasi yang diberikan antar satgas.”Pentingnya koordinasi yang terjalin baik antara satgas penanggulangan bencana asap menciptakan hasil kerja yang optimal, ujar Syamsul Maarif.

Dengan terbentuknya Satgas Darat, Udara dan Penegakan Hukum (Gakkum). Operasi ini berlangsung efektif yang mengurangi titik hot spot hingga menjadi 19 titik hot spot. Selain itu, bekerjasama dengan masyarakat dalam pemadaman api di hutan dan lahan. Dalam perkembangannya, bencana asap sudah dapat diminimalisir. Berkurangnya jumlah hotspot menjadi 19 titik yang tersebar di Pelalawan 6 titik, Bengkalis 2 titik, Indragiri HIlir 2 titik, Kampar 2 titik, Rokan Hilir 2 titik, Siak 2 titik, Dumai 1 titik, Kep. Meranti 1 titik, dan Rokan Hulu 1 titik. BNPB menghimbau masyarakat untuk tidak memperluas lahan dengan membakar karena akan berdampak pada rusaknya lingkungan dan mengakibatkan polusi udara. (RSP)

Related posts