Kepala BNPB Meninjau Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Padang Lawas

Padang Lawas- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meninjau lokasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara pada Rabu (26/10). Peninjauan didampingi wakil ketua Komisi VIII Iskan Qolba.

Dalam sambutannya Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan, geografis Kabupaten Padang Lawas pada dasarnya merupakan daerah yang sangat rawan bencana, karena daerahnya dikelilingi sungai, dan pegunungan sehingga dimungkinkan terjadinya bencana mendadak khususnya di sekitar Kecamatan Sosopan. Perlunya pencegahan bencana dengan upaya mitigasi yang baik. Bila itu dilakukan Rehabilitasi dan Rekonstruksi akibat bencana akan lebih minim. Pemerintah juga berkomitmen untuk melindungi warganya seperti yang telah tercantum dalam RPJMN 2015-2019 dimana ada 136 Kab/Kota yang rawan bencana, 150 juta penduduk hidup dalam ancaman gempa bumi, 60 juta rawan banjir, 40 juta rawan longsor, 4 juta rawan tsunami dan 1 juta rawan erupsi gunung api.

"Ke depannya BNPB akan bersama rakyat melakukan program pengurangan resiko bencana, khususnya banjir dan longsor. BNPB akan membuat program desa tangguh dimana masyarakatnya akan diberikan dukungan pelatihan dan logistik. Pemerintah mengharapkan partisipasi aktif warga karena program ini berbasiskan masyarakat. Diperlukan bantuan masyarakat untuk mengidentifikasi daerah rawan bencana di kabupaten ini, yang kemudian BNPB akan membangun early warning system guna mengurangi dampak bencana. Untuk ini maka diperlukan data dan informasi akurat yang dapat diberikan oleh masyarakat setempat" ujar Willem.

Sedangkan wakil ketua komisi VIII, Iskan Qolba mengatakan, kejadian bencana sulit diprediksi. "Bencana sewaktu-waktu dapat terjadi. Untuk itu anggaran penanggulangan bencana perlu ditambahkan terutama untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Selain itu anggaran Kontijensi juga perlu dianggarkan untuk mengurangi dampak bencana dan kerugian besar dari segi ekonomi. Saat kejadian bencana banyak pihak yang terlibat namun saat pasca bencana banyak pihak yang melupakan. Karena Rehabilitasi dan Rekonstruksi memerlukan anggaran yang besar",  ujar Iskan.

Sementara itu Kalaksa BPBD Padang Lawas, Irwan Baginda, mengatakan "rasa syukur kita kepada pemerintah, karena mereka telah memerhatikan Kabupaten Palas dalam mengatasi bencana. Saya laporkan bahwa perkembangan tahap dalam Rekonstruksi pada pembuatan jalan darurat sepanjang 3,8 Km telah terrealisasi 98%, Sedangkan perbaikan darurat longsor ruas jalan Sosopan - Sibuhuan (4 titik) telah realisasi 100%," ujar Irwan.

Sebelumnya Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB), telah menyalurkan bantuan ke Kabupaten Padang Lawas sebesar  Rp 8.821.900.000, untuk penanggulangan bencana di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sosopa. Kejadian bencana tersebut yang mengakibatkan jalan putus diterjang aliran Sungai Ulu Aer di Pataniombun antara Desa Parambira Julu dengan Huta Bargot, dan badan jalan longsor di wilayah Polom Desa Hulim, yang secara geografis merupakan jalan lintas Sumatera via Sibuhuan-Sosopan.(adi)

Related posts