Konferensi Nasional PRBBK Bahas Pengembangan PRB Wilayah Pesisir dan Kepulauan

Bengkulu - Konferensi Nasional Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) merupakan salah satu acara pendukung dalam rangkaian Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2014 di Bengkulu. Konferensi Nasional PRBBK kesepuluh yang berakhir pada hari ini (11/10) mengangkat tema “Ketangguhan Masyarakat Pesisir dan Pulau-pulau Kecil”. Tema tersebut sangat berkaitan dengan isu perubahan iklim dan potensi ancaman bahaya terhadap masyarakat dan lingkungan. Konferensi yang dihadiri 141 peserta dari berbagai lembaga ini bertujuan untuk sarana berbagi pengalaman dan pembelajaran praktik-praktik PRB di Indonesia, khususnya pengetahuan, ketrampilan dan perspektif terkait PRB di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Konferensi yang berlangsung pada 8 – 11 Oktober 2014 ini juga memfasilitasi untuk perumusan, pemikiran dan penyebarluasan praktik PRB yang kemudian tertuang ke dalam Buku Panduan PRBBK. Nantinya buku tersebut akan memuat kecirian umum, proses, dan sistematika PRBBK di Indonesia. Pada akhir konferensi, peserta akan menyepakati rekomendasi sebagai referensi bersama dalam praktik membangun gerakan PRBBK di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil pada periode 2015 – 2019. Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) menyelenggarakan konferensi ini bekerja sama dengan Forum PRB Provinsi Bengkulu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beserta stakeholder terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makasar, PMI, Walhi Bengkulu, UNDP, JICA, Universitas Bengkulu, RAPI, dan sebagainya mendukung penyelenggaraan konferensi yang pertama kali diselenggarakan di Yogyakarta pada 2004. PRBBK sangat penting dalam penanggulangan bencana karena masyarakat adalah garda terdepan dalam menghadapi bencana. PRBBK ini merupakan suatu upaya pengelolaan risiko bencana yang melibatkan secara aktif masyarakat yang berisiko dalam mengkaji, menganalisis menangani, memantau, dan mengevaluasi risiko bencana. Dengan demikian kerentanan berkurang dan kemampuan mereka meningkat. (Phi)

Related posts