Korban Longsor di Sukabumi Belum Ditemukan

SUKABUMI - Pencarian tiga orang korban longsor di Kampung Cibojong, Desa Cibadak, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat hingga Jumat (27/6) sore, korban belum ditemukan. Ada dua kemungkinan korban, yaitu tertimbun material longsor dan hanyut di Sungai Cikaso saat banjir bandang. Pencarian korban dilakukan dengan menggali timbunan material longsor dan menyusuri sungai. Korban hilang tersebut adalah Rudi (37), Iwan (32) dan Ugun (14). Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Sukabumi, bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Kamis (26/6) pukul 05.00 WIB menimpa tiga desa di Kecamatan Pabuaran (Desa Cibadak, Desa Sirnasari, Desa Bantarsari) dan dua desa di Kecamatan Purabaya (Desa Mekarsari, Desa Neglasari). Dampak bencana di Desa Cibadak empat rumah rusak berat, satu mushola rusak berat, dan tiga jembatan bambu hanyut. Desa Sirnasari 11 rumah terancam longsor, dan di Desa Bantarsari 16 rumah rusak berat. Sedangkan di Desa Neglasari terdapat 15 rumah rusak sedang dan 101 rumah terancam longsor. Sebanyak 468 jiwa (184 KK) mengungsi yaitu di Desa Cibadak 231 jiwa (68 KK) mengungsi ke rumah saudaranya, sedangkan 237 jiwa (116 KK) di Desa Neglasari mengungsi di sekolahan. Warga mengungsi karena khawatir akan terkena longsor susulan di perbukitan dan tampak adanya rekahan-rekahan pada lereng sehingga berpotensi longsor. Sebanyak 125 personil gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Sarda, Tagana dan masyarakat melakukan pencarian dan penanganan korban. Bupati Sukabumi telah meninjau lokasi. Akses lokasi bencana yang sulit dijangkau sehingga pencarian korban dilakukan dengan peralatan seadanya. Berdasarkan data sementara selama tahun 2014 ini, telah terjadi 130 kejadian longsor di Indonesia yang menyebabkan 63 orang tewas dan ribuan rumah rusak. Jawa Barat adalah provinsi yang paling banyak terjadi bencana longsor karena banyak penduduk yang tinggal di daerah rawan longsor.(stp).

Related posts