KUALITAS UDARA RIAU MEMBAIK

Pekanbaru (6/7) – Berdasarkan laporan Pos Komando Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Asap Provinsi Riau per 6 Juli 2013, kualitas udara atau pollutant standard index (PSI) Riau sudah membaik. Kualitas udara di Rumbai 34, Minas 58,5, Duri Camp 56, Duri Field 38, dan Dumai 65. Kualitas udara dengan indikator 0 -  50 menunjukkan baik (good) dan 51 – 100 sedang (moderate).


Sementara itu data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan jarak pandang di wilayah Riau juga sudah membaik. Jarak pandang atau visibility dalam radius kilometer per 5 Juli 2013 di Pekanbaru menunjukkan 10, Dumai 8, Pelalawan 9, dan Rengat 7. Semakin panjang jarak pandang, semakin sedikit kabut asapnya.  


Dilihat dari indikator visibility dan kualitas udara terkini, bencana asap di wilayah Riau sudah dapat ditanggulangi. Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan dunia usaha sebagai bagian pilar penanggulangan Indonesia. Namun demikian, perlu diwaspadai bekas lahan yang sudah terbakar agar segera dilakukan penghijauan. Informasi dari BMKG, kemarau masih akan terjadi hingga bulan Agustus sehingga masih diperlukan kewaspadaan tinggi. 


Manggala Agni dari Dinas Kehutanan tetap melakukan patrol, terutama di wilayah Duri, untuk mengantisipasi adanya hotspot pada Sabtu ini. Sementara satuan tugas (satgas) darat masih melanjutkan untuk memadamkan sedikit titik asap  kecil dan tidak terdeteksi citra satelit.


Teknologi modifikasi cuaca (TMC) yang dilakukan satu hari sebelumnya memberikan hasil dengan turun hujan ringan di Dumai dan Rengat pada Jumat (5/7). Penyemaian garam atau NaCl untuk penyemaian di udara hingga 5 Juli 2013 mencapai total 49 ton, sedangkan water bombing hingga hari lalu (5/7) mencapai 469.500 liter. (pz).

Related posts