Kunker Kepala BNPB Pasca Gempa Bumi 6,8 SR di Kota Sorong

SORONG - Gempabumi 6,8 SR yang mengguncang Kota Sorong dan sekitarnya pada Kamis malam (24-9-2015) pukul 22.53 WIB telah menimbulkan kerusakan. 
Presiden memerintahkan Kepala BNPB untuk langsung terjun ke lapangan setelah menangani bencana asap di Kalimantan.
Data yang dijelaskan Walikota Kota Sorong Drs.Ec.L.Jitmau,MM dihadapan Kepala BNPB Willem Rampangilei di ruang meeting Bandara Domine Eduard Osok (27/9). Jumlah korban luka sebanyak 45 orang dan 2.437 unit bangunan rusak.

"40 jiwa luka ringan,3 jiwa luka sedang,2 jiwa luka berat. Sedangkan bangunan 1.240 unit rusak ringan,238 rusak sedang dan 869 unit rusak berat" ucap Walikota.Selain itu fasilitas umum juga terkena dampaknya, antara lain : 14 unit gereja,7 unit sekolah,3 unit masjid,3 ruas jalan,2 unit tower,2 unit fasilitas kesehatan,1 unit ruang tunggu bandara,1 unit pelabuhan,1 paket kantor Walikota dan 3 unit kantor kelurahan.Kepala BNPB memerintahkan untuk segera melakukan Damage and Losses Assessment (DALA) kepada pejabat BNPB dan BPBD.

"Saya minta 1 minggu sudah selesai" tegasnya.Kemudian Kepala BNPB beserta rombongan langsung meninjau lokasi terdampak. Antara lain RSUD Sele Be Soku Kota Sorong, Kantor Walikota Sorong, Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kota Sorong dan menyambangi korban luka akibat gempa di RS.TNI AL Sorong.Rencana Kepala BNPB, juga akan dilanjutkan mengunjungi daerah terdampak lainnya, yakni Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat.

Related posts