Operasi Udara Gabungan Sumsel Terus Gempur Api dan Asap

PALEMBANG – Kabut asap masih menyelimuti Kota Palembang, Provinsi
Sumatera Selatan pada hari ini (18/10). Meskipun demikian, operasi
udara  gabungan di bawah komando Pos Komando Satuan Tugas (Satgas)
Siaga Darurat Bencana Asap terus bekerja keras melakukan pemadaman api
dan asap di beberapa target operasi, seperti Air Sugihan, Simpang Tiga Sakti, Cengal, dan Pedamaran.

Komandan Satgas Udara Riza Yudha Fahlefie mengatakan bahwa pesawat dan
helikopter melakukan pengeboman air atau water-bombing untuk pemadaman
api dan asap. Operasi udara gabungan dari Indonesia dan Australia,
Malaysia dan Singapura melakukan lebih dari 300 kali pengeboman.
Operasi udara tersebut menggunakan sebelas armada yang terdiri atas empat pesawat dan tujuh helikopter.

Indonesia menerjunkan Air Tractor, Bolkow, Bell, Mi 171, Mi 8 serta Super Puma, Australia Hercules Bomber 132, Malaysia Pelican
Bombardier, dan Singapura menerjunkan Chinook.
Selama seminggu ini, total volume
air yang telah dijatuhkan dengan water-bombing sebanyak  1.2 juta
liter.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei
mengungkapkan, salah satu strategi operasi adalah mencegah meluasnya
kebakaran hutan dan lahan. Cuaca kering dan kecepatan angin sangat
berpengaruh terhadap sebaran api. “Kebakaran hutan dan lahan di
Sumatera Selatan ini cukup luas, kita tetap berjuang untuk
memadamkannya”, kata Kepala BNPB.

Di samping itu, pemanfaatan bahan kimia diharapkan mampu mempercepat pemadaman api. Saat ini satgas udara menggunakan material AF31
dan Miracle Foam Alpha Plus dengan menggunakan campuran air dalam water-bombing.
Miracle Foam bantuan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) ini merupakan cairan busa yang dapat terserap ke dalam lahan
gambut.

Pada rapat koordinasi pagi ini target operasi yang mendapatkan
perhatian khusus adalah kebakaran hutan di wilayan Taman Nasional
Sembilang yang memiliki luas lebih dari 200.000 hektar. Kepala Taman
Nasional Sembilang mengharapkan water-bombing dilakukan terhadap hutan yang terbakar. Hal tersebut mengingat taman nasional ini merupakan habitat
keanekaragaman hayati seperti Harimau Sumatera dan Burung Siberia.

Upaya dan kerja keras Pos Komando Satgas patut mendapat dukungan dari
masyarakat dan semua pihak. Bencana merupakan urusan bersama.

Operasi Udara Gabungan Sumsel Terus Gempur Api dan Asap

PALEMBANG – Kabut asap masih menyelimuti Kota Palembang, Provinsi
Sumatera Selatan pada hari ini (18/10). Meskipun demikian, operasi
udara  gabungan di bawah komando Pos Komando Satuan Tugas (Satgas)
Siaga Darurat Bencana Asap terus bekerja keras melakukan pemadaman api
dan asap di beberapa target operasi, seperti Air Sugihan, Simpang Tiga Sakti, Cengal, dan Pedamaran.

Komandan Satgas Udara Riza Yudha Fahlefie mengatakan bahwa pesawat dan
helikopter melakukan pengeboman air atau water-bombing untuk pemadaman
api dan asap. Operasi udara gabungan dari Indonesia dan Australia,
Malaysia dan Singapura melakukan lebih dari 300 kali pengeboman.
Operasi udara tersebut menggunakan sebelas armada yang terdiri atas empat pesawat dan tujuh helikopter.

Indonesia menerjunkan Air Tractor, Bolkow, Bell, Mi 171, Mi 8 serta Super Puma, Australia Hercules Bomber 132, Malaysia Pelican
Bombardier, dan Singapura menerjunkan Chinook.
Selama seminggu ini, total volume
air yang telah dijatuhkan dengan water-bombing sebanyak  1.2 juta
liter.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei
mengungkapkan, salah satu strategi operasi adalah mencegah meluasnya
kebakaran hutan dan lahan. Cuaca kering dan kecepatan angin sangat
berpengaruh terhadap sebaran api. “Kebakaran hutan dan lahan di
Sumatera Selatan ini cukup luas, kita tetap berjuang untuk
memadamkannya”, kata Kepala BNPB.

Di samping itu, pemanfaatan bahan kimia diharapkan mampu mempercepat pemadaman api. Saat ini satgas udara menggunakan material AF31
dan Miracle Foam Alpha Plus dengan menggunakan campuran air dalam water-bombing.
Miracle Foam bantuan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) ini merupakan cairan busa yang dapat terserap ke dalam lahan
gambut.

Pada rapat koordinasi pagi ini target operasi yang mendapatkan
perhatian khusus adalah kebakaran hutan di wilayan Taman Nasional
Sembilang yang memiliki luas lebih dari 200.000 hektar. Kepala Taman
Nasional Sembilang mengharapkan water-bombing dilakukan terhadap hutan yang terbakar. Hal tersebut mengingat taman nasional ini merupakan habitat
keanekaragaman hayati seperti Harimau Sumatera dan Burung Siberia.

Upaya dan kerja keras Pos Komando Satgas patut mendapat dukungan dari
masyarakat dan semua pihak. Bencana merupakan urusan bersama.

Related posts