Optimalisasi Kerjasama ASEAN Menuju ACDM 2016

JAKARTA – Peristiwa bencana tidak pernah mengenal batas wilayah maupun negara, jika kita mengingat bencana Tsunami Aceh dan Nias di penghujung tahun 2004 juga berdampak pada beberapa negara di kawasan Samudera Hindia. Tsunami yang ditimbulkan oleh gempa 9.3 SR telah merenggut lebih dari seperempat juta jiwa pada beberapa negara di Asia dan Afrika, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar, Bangladesh, India, Maladewa, Somalia dan Kenya. Lesson Learned dari kejadian tersebut, membuka mata dunia tentang kebutuhan manajemen penanggulangan bencana, termasuk negara yang tergabung dalam ASEAN, saat ini terus memperkuat dan meningkatkan perannya dalam penanggulangan  bencana di Kawasan Asia Tenggara khususnya dan dunia.

Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan dukungan dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan dan Asean Sekretariat serta AHA Center, pada hari ini hadir melaksanakan rapat dan koordinasi persiapan pertemuan ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM). Pertemuan tingkat ASEAN 2016 di Indonesia, nantinya memiliki beberapa agenda di antaranya adalah :  ASEAN Day for Disaster Management, ACDM Meeting, Joint Task Force Meeting to Promote Synergy With Other Relevant ASEAN Bodies on HADR ( Humanitarian Assistance And Disaster Relief). 

Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan dalam sambutannya di Graha BNPB Jl. Pramuka 38 Jakarta, menyampaikan komitmen Indonesia melalui BNPB untuk terus meningkatkan keberadaan InaDRTG sebagai Center of Knowledge Disaster Management di tingkat regional, pemanfaatan teknologi dan science dalam Penanggulangan Bencana dan lainnya. “Manfaatkan keberadaan AHA Center yang berkantor di Indonesia agar koordinasi di regional lebih mudah”, ujar Ir. B. Wisnu Widjaja, MSc.

Dalam pertemuan negara-negara ASEAN pada 2016 nanti, Indonesia sebagai Big Brother Negara Asia memiliki peran yang sangat strategis, selain sebagai tempat penyelenggaraan ACDM 2016, BNPB sebagai focal point penanggulangan bencana diharapkan dapat memberikan kontribusi dari pengalamannya, memberikan bantuan dalam rangka solidaritas, dan memberikan official statement yang dapat memperkuat kerjasama ASEAN khususnya dalam disaster management.
ACDM 2016 nanti juga sangat special bagi Indonesia, mengingat akan mendapatkan giliran sebagai chair dari ACDM setelah sebelumnya di ketuai oleh Kamboja. Terkait hal itu, keketuaan Indonesia sebagai ACDM 2016 diharapkan mendapat dukungan optimal dari seluruh pihak di tingkat nasional untuk penguatan sumber daya dan penambahan anggaran guna kesuksesan acara ini.

Related posts