PEMADAMAN API DAN ASAP BERHASIL

Pekanbaru (8/7) – Operasi pemadaman bencana asap di Provinsi sampai dengan hari ke-18 berhasil. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Data, Agus Wibowo, pada rapat koordinasi di Media Center Penanganggulangan Asap, Pangkalan TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin, Senin, (8/7). “Operasi penanggulangan asap sangat efektif dan berhasil menekan jumlah hotspot”, ujar Agus Wibowo. Dilihat dari hasil laporan posko, tercatat 265 hotspots pada tanggal 24 Juni kemudian turun hingga 14 per 7 Juli 2013. 


Namun demikian, operasi pemadaman terus dilakukan oleh satuan tugas (satgas) udara dan satgas darat. Sampai dengan 7 Juli 2013, satgas udara telah menyemai 54 ton NaCl dan 978 kali water bombing.  Kekuatan udara didukung oleh pesawat hercules, cassa, dan helicopter. Sementara untuk operasi pemadaman darat, satgas Pasukan Reaksi Cepat dan kewilayahan telah memadamkan 3.032 titik api dan asap. Dan satgas penegakan hukum telah menetapkan 25 tersangka, di antaranya 1 tersangka korporasi.


Pantauan kualitas udara sudah baik. Beberapa titik terpantau pollutant standard index (PSI) berada di bawah 100, di antaranya Rumbau 63,50, Duri Camp 56, Duri Field 44, dan Dumai camp 88. Sedangkan jarak pandang atau visibility di Pekanbaru 10 km dan Dumai 3 km. 


“Prediksi cuaca masih kering hingga Kamis, kondisi sangat kering dan mudah tebakar”, ujar Agus Wibowo. Beliau menekankan akan kewaspadaan terhadap kondisi tersebut. Rencana hari ini (8/7), satgas mengerahkan 1 hercules, 1 cassa, dan 3 helikopter untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC) dan water bombing. Operasi water bombing didukung dengan helicopter dari pihak swasta, RAPP dan Indah Kiat. 


Berikut update hotspot di wilayah Provinsi Riau yang berjumlah 14 titik per 8 Juli 2013, Siak 5, Bengkalis 3, Rokan Hilir 1, Pelalawan 2, Kampar 1, Indragiri Hulu 1, Meranti 1. (pz)  


Related posts