Pemerintah Upayakan Percepatan Relokasi Warga Korban Longsor Banjarnegara

Pascabencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Kabupaten Banjarnegara, pemerintah mengupayakan percepatan relokasi. Berdasarkan data terbaru, 35 KK akan direlokasi ke Desa Ambal, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara. Angka tersebut merupakan data terbaru dari data sebelumnya yang menyebutkan jumlah 22 KK. Pendataan terbaru dilakukan bersama ahli waris dan Ketua RT di Dusun Jemblung. Rincian ke-35 KK tersebut adalah 32 KK yang tertimbun longsor dan 3 KK yang rumahnya rusak berat. 

Saat ini tersedia lahan 1.000 ha di Desa Ambal. Selama perpanjangan status tanggap darurat yang berlangsung hingga 22 Desember 2014, pemerintah daerah dengan dukungan pemerintah pusat merencanakan secara matang relokasi penduduk. Relokasi bagi warga terdampak akan diprioritaskan.

Kepala Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif menyampaikan bahwa relokasi adalah proses yang kompleks. Relokasi tidak hanya sekedar membangun kembali permukiman, tetapi juga melakukan rekonstruksi sosial dari rumah, hubungan sosial, ekonomi dan mata pencaharian. Relokasi perlu perencanaan secara menyeluruh dari berbagai aspek. BNPB akan terus mendampingi Pemerintah Daerah Banjarnegara. Sebelum menunggu relokasi, masyarakat mendapatkan bantuan, seperti sewa rumah selama setahun dan jaminan hidup.

Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Related posts