Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) ke 1 di Bandung

BANDUNG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaui Direktorat Tanggap Darurat mengadakan  kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Daerah untuk TRC dari Prov/Kab/Kota seluruh Indonesia di Bandung (20/3). Peserta kegiatan sebanyak 99 orang dari 1 provinsi yaitu BPBD DKI Jakarta dan 19 BPBD Kab/Kota yaitu Kab. Nagan Raya, Kab. Tapanuli Selatan, Kab. Kep. Mentawai, Kota Pekanbaru, Kab. Kepahiang, Kab. Karawang, Kota Semarang, Kab. Klaten, Kota Yogyakarta, Kota Batu, Kota Kupang, Kab. Gunung Mas, Kab, Singkawang, Kab. Muna Barat, Kab. Bolaang Mongondow, Kab. Kep. Siau Tagulandang Biaro, Kab. Sopeng, dan Kota Bekasi dengan masing-masing peserta dari BPBD sebanyak 5 orang kecuali dari Kab. Klaten yang mengirimkan 4 orang. Kegiatan Peningkatan Kapasitas TRC ini adalah yg pertama dan yang kedua akan diadakan bulan September 2016.

Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Daerah tahun 2016 yang pertama dibuka oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Ir. Tri Budiarto, M.Si pada hari Minggu. Tri menjelaskan bahwa  kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial bagi anggota TRC Daerah sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan tugas pada penanganan darurat bencana. Tujuan khusus kegiatan ini adalah agar personil yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat dapat melaksanakan  tugas secara cepat dan tepat pada saat tanggap darurat sesuai dengan perkembangan kondisi bencana yang terjadi, menggunakan sistem penanganan darurat bencana dengan pemanfaatan sumber daya manusia, peralatan dan perlengkapan yang ada, meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan mobilisasi dalam penanganan darurat bencana dan meningkatkan kemampuan pemahaman sistem komando penanganan darurat bencana

Materi pelajaran dalam kegiatan ini adalah Manajemen Penanganan Darurat, Peran TRC dan Kaji Cepat, Koordinasi dalam Penanganan Darurat Bencana, public speaking, pertolongan pertama dan evakuasi medik korban, standar kompetensi untuk personel penanggulangan bencana, pengembangan sistem komando penanganan darurat bencana, standar minimal pemenuhan kebutuhan dasar untuk Korban bencana, knowledge sharing, manajemen DVI, pengenalan radio komunikasi dan GPS, dan Simulasi. Narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari internal BNPB, UN OCHA, LSP PB, Ambulan Gawat Darurat Dinkes DKI Jakarta, BPBD DKI Jakarta, Pusdokkes POLRI, PMI, dan Praktisi.

Related posts