PERGURUAN TINGGI BERKONTRIBUSI DALAM SOLUSI TUNTAS BEBAS ASAP RIAU

Pekanbaru - Perguruan Tinggi (PT) memiliki peran penting untuk bersinergi dengan pemerintah setempat dan pihak-pihak lain untuk mengantisipasi bencana asap ke depan di Provinsi Riau. Peran tersebut antara lain sebagai agen perubahan di tingkat akar rumput. Masyarakat akan mendengar para mahasiswa. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Tri Budiarto pada kuliah umum di Universitas Riau (UR) pada Senin (28/4).

Tri Budiarto menjadi pembicara utama pada kuliah umum yang dihadiri sekitar 400 orang mahasiswa dan dosen di lingkungan UR, serta undangan dari kementerian/lembaga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Islam Negeri, dan Universitas Islam Riau. Beliau mengingatkan kembali di hadapan para mahasiswa bahwa bencana asap telah menimbulkan dampak luar biasa. Fakta menyebutkan kerugian ekonomi karhutla 2014 mencapai Rp 15 triliun, jutaan warga menghirup asap, aktivitas masyarakat terganggu, dan pembiayaan pengendalian lebih dari Rp 150 miliar.

Kuliah umum bertujuan untuk mobilisasi mahasiswa UR dalam berkontribusi nyata dalam mengantisipasi bencana asap melalui program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) tematik kebencanaan. Di samping itu, kuliah umum yang bertema “Solusi Tuntas Riau Bebas Asap” memberikan pemahaman secara komprehensif akar permasalahan dan solusi tuntas kejadian karhutla di ekosistem agambut. Terkait dengan tema yang diangkat, pihak perguruan tinggi melihat perlunya pengerahan potensi mahasiswa untuk membantu menyelesaikan hingga tuntas bencana asap. Melalui program KUKERTA ini mahasiswa akan diterjunkan ke lapangan selama 2 bulan yang dimulai pada bulan Juli sampai dengan Agustus untuk melakukan antisipasi atau pencegahan karhutla di berbagai lokasi di Riau.

Program KUKERTA tahun 2014 merupakan bagian menyeluruh dari penyelesaian tuntas bencana asap, terutama dalam aspek pencegahan, dan program-program pemulihan pasca kebakaran. Diharapkan ke depan, UR dapat menjadi center of excellence terkait dengan bencana asap. Universitas Gajah Mada (UGM) yang sudah berpengalaman melakukan KUKERTA tematik kebencanaan di berbagai daerah siap membantu tim UR untuk menyiapkan program KUKERTA tersebut. Sebagai rangkaian kuliah umum ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Riau, UR dan UGM akan menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema "Solusi Tuntas Riau Bebas Asap" pada 29-30 April 2014 di Hotel Pangeran Pekanbaru.

Related posts