PRESIDEN PERINTAHKAN PENUHI KEBUTUHAN PENGUNGSI SINABUNG

Presiden telah memerintahkan kepada para menteri terkait agar memenuhi kebutuhan pengungsi erupsi Gunungapi Sinabung dalam Rapat Kabinet Terbatas pada Selasa (26-12-2013) pukul 14.00 WIB di Istana Presiden, Jakarta. Dalam rapat tersebut Kepala BNPB, Syamsul Maarif, memaparkan penanganan tanggap darurat erupsi Gunung Sinabung. Presiden juga melakukan komunikasi telepon dengan Gubernur Sumatera Utara untuk mengetahui permasalahan di lapangan. Beberapa masalah di lapangan, antara lain kerusakan lahan pertanian, penyediaan MCK dan air bersih, transportasi bagi anak-anak sekolah, dan kendaraan untuk evakuasi. Secara umum penanganan pengungsi telah berjalan dengan baik. Jumlah pengungsi agar disesuaikan dengan daya tampung tempat pengungsian, sedangkan pelayanan pengungsi ditingkatkan. Terjadi penurunan jumlah pengungsi yaitu 16.672 jiwa (5.603 KK) yang tersebar di 30 pos penampungan. Sebagian pengungsi kembali ke rumah karena tidak termasuk desa yang direkomendasikan PVMBG, seperti dari Desa Tanjung Morawa. BNPB terus memberikan pendampingan Pemerintah Daerah Karo dan BPBD Provinsi Sumatera Utara berupa pendampingan manajerial, pendanaan, logistik-peralatan, dan administrasi. BNPB telah menyerahkan Dana Siap Pakai Rp2,75 miliar untuk mendukung aktivitas Pos Komando, operasional tanggap darurat, dan penyediaan makanan. BNPB juga telah mengirimkan bantuan logistik dan peralatan senilai Rp4,97 miliar. Sebagian bantuan telah tiba di Karo. Kepala BNPB telah memerintahkan BPBD Provinsi Sumatera Barat, BPBD Provinsi Jambi, BPBD Provinsi Sumatera Selatan, dan BPBD Provinsi Riau untuk mengerahkan logistik dan peralatan dalam membantu penanganan pengungsi Sinabung. Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pertanian juga akan memberikan bantuan. Sebanyak 750 personil di lapangan dikerahkan, yaitu TNI (484 personil), terdiri dari Kodim (202), Korem (47), dan Arhanud (100); Polri (135); Pemkab Karo (140); BNPB (11); BPBD Sumut (15), dan relawan (100). Sutopo Purwo NugrohoKepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB

Related posts