Ribuan Warga Tujuh Kabupaten di Aceh Terdampak Pascabencana Banjir

JAKARTA - Hujan berintensitas tinggi dan merata di wilayah Provinsi Aceh menyebabkan banjir di beberapa wilayah secara bersamaan pada Jumat (11/12). Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) banjir terjadi di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Pidie, Nagan Raya, dan Aceh Selatan. Saat ini (15/12) sebagian besar banjir telah surut.

Hampir setiap tahun wilayah ini terjadi banjir akibat meluapnya sungai. Curah hujan lebat, degradasi sungai dan lingkungan di kawasan hulu, dan sedimentasi menyebabkan banjir.

Kabupaten Aceh Barat mengalami banjir sejak empat hari lalu pukul 09.00 WIB. Banjir menggenangi 112 desa di 11 kecamatan. Berdasarkan data sementara, masyarakat yang terdampak sebanyak 13.553 jiwa (3.794 KK). Daerah paling luas terendam banjir adalah Kecamatan Kaway XVI (21 desa dengan 7.211 jiwa atau 1.841 KK terdampak dan Kecamatan Woyla Barat (20 desa dengan 3.479 jiwa/ 1.000 KK terdampak). Tidak ada korban jiwa. Beberapa masyarakat mengungsi di tempat yang lebih aman. Kerugian material meliputi 1 unit rumah amblas ke sungai, 1 jembatan terbawa arus di Alue Jerneh, beberapa jalan putus.

Di wilayah lain, Banjir melanda Kabupaten Aceh Tenggara pada  11 Desember 2015, pukul 03.00 WIB. Banjir merendam 60 rumah di Kecamatan Darul Hasanah. Tidak ada korban jiwa. Satu jembatan belly sepanjang 8 meter putus. 

Kabupaten Aceh Jaya mengalami banjir pada 11 Desember 2015, pukul 12.00 WIB. Banjir merendam 1.338 rumah dan berdampak pada 6.690 jiwa yang tersebar di 28 desa di 4 kecamatan. Tidak ada korban jiwa dan laporan kerusakan. Sementara itu, Kabupaten Pidie terlanda banjir (11/12), pukul 02.00 WIB. Banjir merendam 10 desa. Dampak banjir sekitar 1.000 jiwa terdampak, 16 KK mengungsi (saat ini sudah kembali ke rumahnya), 2 unit rumah hanyut, 16 rumah rusak berat, 4 unit rumah harus direlokasi, dan jalan yang menghubungkan antara Meulaboh-Pidie terputus sepanjang 30 meter.

Dua wilayah lain mengalami banjir yaitu Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Selatan. Banjir di Kabupaten Nagan Raya terjadi pada 11 Desember 2015, pukul 12.00 WIB hingga 13 Desember 2015. Banjir merendam beberapa wilayah sehingga berdampak pada 7.283 KK/28.141 jiwa yang tersebar di 8 kecamatan, sedangkan banjir di Kabupaten Aceh Selatan (11/12), pukul 21.00 WIB, merendam ribuan rumah di 11 kecamatan. Satu orang dilaporkan meninggal dunia di Kecamatan Labuhan Haji. Kerusakan fisik meliputi 8 rumah rusak berat, 4 rumah rusak sedang, beberapa jalan desa terputus total di Kecamatan Labuhan Haji.

BPBA telah mengirimkan bantuan logistik ke daerah banjir. Pemerintah daerah setempat melalui masing-masing BPBD kabupaten melakukan penanganan darurat bersama TNI, Polri, Tagana, PMI, SAR, SKPD, relawan dan masyarakat. Dapur umum telah didirikan di beberapa tempat. Pos pengungsian didirikan di tempat aman. Evakuasi korban. Pendataan masih terus dilakukan. BNPB telah mengirim Tim Reaksi Cepat (TRC) ke beberapa tempat untuk memberikan pendampingan kepada BPBD. BNPB juga mempersiapkan dana siap pakai (DSP) untuk kabupaten yang mengusulkan guna penanganan darurat.

Puncak musim hujan di daerah Aceh adalah pada bulan November-Desember sehingga banjir tinggi. Mengingat berulangnya banjir yang terjadi hampir setiap tahun maka perlu adanya pengelolaan sungai yang lebih baik seperti normalisasi sungai, pembangunan tanggul sungai, pengerukan, penataan tata ruang berbasiskan pada peta bahaya, pembangunan sistem peringatan dini banjir, pengelolaan DAS, penguatan kapasitas BPBD, dan lainnya.

Related posts